ASUNCION, POSNEWS.CO.ID – Presiden Paraguay Santiago Peña akan bertolak ke Taiwan pada 7 Mei mendatang. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi kedua negara. Langkah ini menandai upaya berkelanjutan Asunción untuk mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taipei. Di saat yang sama, China semakin gencar melobi negara-negara Amerika Latin.
Ini merupakan kunjungan kedua Pena ke Taiwan sejak menjabat sebagai presiden. Namun, ini adalah kunjungan kenegaraan resmi pertamanya. Paraguay saat ini menjadi satu dari 12 negara yang masih memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Negara ini juga menjadi sekutu terakhir Taiwan di daratan Amerika Selatan.
Diplomasi di Tengah Tekanan Ekonomi
Paraguay menghadapi dilema ekonomi yang cukup berat. Sebagai produsen daging sapi dan kedelai terbesar di dunia, Paraguay kehilangan kesempatan menjual produk langsung ke pasar China. Hal ini terjadi karena Beijing menolak berdagang dengan negara yang mengakui Taiwan secara diplomatik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, ekspor Paraguay harus melalui negara ketiga. Hal ini secara signifikan mengurangi margin keuntungan mereka. Di sisi lain, arus barang buatan China justru mengalir deras ke Paraguay. Nilai impor tercatat mencapai rekor $6 miliar pada tahun 2025. Oleh karena itu, debat internal mengenai biaya ekonomi dari kesetiaan diplomatik ini semakin memanas.
Persaingan Geopolitik: Peran Amerika Serikat
Langkah diplomasi Pena berlangsung di tengah persaingan geopolitik yang tajam di Amerika Latin. Di bawah Presiden Donald Trump, Washington berupaya memperkuat kembali pengaruhnya di kawasan tersebut. Fokus utama mereka adalah kerja sama pertahanan dan mineral kritis.
Pemerintah Amerika Serikat mendukung penuh langkah Paraguay untuk tetap memihak Taiwan. Selain itu, Beijing terus mendekati kelas politik Paraguay secara aktif. Laporan terbaru menunjukkan belasan anggota parlemen dan jurnalis Paraguay telah mengunjungi China sejak akhir 2023. Hal ini merupakan bagian dari kampanye pengaruh Beijing.
Komitmen Nilai Demokrasi Bersama
Meskipun tekanan membesar, Presiden Santiago Pena tetap berpegang pada prinsipnya. Ia menegaskan bahwa hubungan dengan Taiwan bukan sekadar masalah ekonomi semata. Ia menyatakan bahwa aliansi ini berakar pada nilai-nilai demokrasi kedua bangsa.
Dalam kunjungan selama empat hari (7-10 Mei), Pena akan memimpin delegasi tingkat tinggi. Delegasi tersebut terdiri dari pejabat pemerintah dan pengusaha. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Mereka akan menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama strategis di berbagai bidang. Singkatnya, kunjungan ini menjadi sinyal bahwa Paraguay menolak tunduk pada pola pengalihan pengakuan diplomatik.
Menatap Masa Depan Aliansi
Masa jabatan Pena berakhir pada 2028. Periode ini akan menjadi waktu yang krusial bagi masa depan hubungan Taiwan-Paraguay. Keberhasilan kunjungan ini dalam menghasilkan keuntungan ekonomi nyata sangatlah penting. Hal tersebut akan menentukan tingkat dukungan publik di dalam negeri Paraguay.
Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau posisi Asunción sebagai benteng terakhir Taiwan di Amerika Selatan. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, kesetiaan diplomatik Paraguay menjadi simbol perlawanan. Mereka berdiri tegak menghadapi dominasi ekonomi China di belahan Bumi Barat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












