Proyeksi Pasar CPO Juli 2026: MPOC Prediksi Penguatan Harga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Angin segar bagi industri sawit. MPOC memproyeksikan harga CPO bertahan tinggi akibat pengetatan pasokan Indonesia dan ancaman El Nino. Dok: Istimewa.

Angin segar bagi industri sawit. MPOC memproyeksikan harga CPO bertahan tinggi akibat pengetatan pasokan Indonesia dan ancaman El Nino. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memproyeksikan pergerakan positif harga minyak sawit global. Lembaga tersebut memprediksi harga CPO berkisar antara MYR 4.400 hingga MYR 4.650 per ton sepanjang Juli 2026.

Dampak Nyata El Nino Terhadap Perkebunan

Pengetatan pasokan ekspor Indonesia menyokong penguatan harga komoditas ini. Kekhawatiran terhadap ancaman fenomena cuaca El Nino turut mendongkrak pasar.

El Nino ekstrem berpotensi memangkas curah hujan di Asia Tenggara. Kondisi kering ini juga mengancam wilayah Australia dan India.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat Malaysia memproyeksikan penurunan hasil panen sebesar 8 hingga 10 persen. Curah hujan di beberapa wilayah perkebunan bahkan merosot hingga 60 persen.

Baca Juga :  Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Pasar memperkirakan dampak penurunan produksi muncul dalam sembilan bulan ke depan.

Rekor Stok Nabati India dan China

Namun, peningkatan stok minyak nabati negara importir menahan laju harga. Stok minyak nabati India menyentuh angka 2,2 juta ton pada Mei.

Angka ini menandai level cadangan tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Sementara itu, persediaan minyak nabati China mendekati 2 juta ton.

Tingginya stok tersebut berpotensi memperlambat permintaan impor jangka pendek.

Penurunan Produksi Malaysia dan Efek B50 Indonesia

Produksi minyak sawit Malaysia merosot 6,9 persen sepanjang Mei kemarin. Pohon sawit kini memasuki fase istirahat pasca-panen raya sebelumnya.

Banyaknya hari libur nasional juga mengurangi waktu kerja para pemetik. Meski begitu, ekspor sawit Malaysia tumbuh 13,8 persen sejak Januari.

Baca Juga :  Venezuela Tolak Blokade Laut Trump, Tuding AS Ingin Curi Minyak

Negara tujuan utama mencakup wilayah India, Kenya, dan Vietnam.

Di sisi lain, Indonesia resmi memberlakukan mandat biodiesel B50 mulai Juli. Kebijakan ini meningkatkan konsumsi domestik secara signifikan.

Analisis Oil World memproyeksikan pengetatan pasokan ekspor Indonesia akhir tahun.

Pelemahan Daya Saing Minyak Kedelai Amerika Serikat

Minyak sawit juga memperoleh keuntungan dari lonjakan harga pesaing. Harga minyak kedelai Amerika Serikat melonjak 59 persen tahun ini.

Kebijakan biofuel lokal memicu kenaikan harga minyak kedelai tersebut. Kondisi ini merusak daya saing ekspor komoditas asal Amerika.

Ekspor kedelai AS merosot ke titik terendah sebesar 11.000 ton. Para pembeli global kini beralih ke pasar Amerika Selatan.

Sebagian importir juga meningkatkan pembelian minyak sawit dari Malaysia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru