Mandat B50 Resmi Berlaku: Indonesia Kejar Kemandirian Energi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani energi hijau. Pemerintah resmi memberlakukan mandat biodiesel B50 untuk mengamankan kemandirian energi nasional. Dok: Istimewa.

Langkah berani energi hijau. Pemerintah resmi memberlakukan mandat biodiesel B50 untuk mengamankan kemandirian energi nasional. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah memberlakukan pencampuran biodiesel 50 persen mulai Rabu kemarin. Langkah strategis ini mengincar target kemandirian energi nasional.

Kebijakan Transisi dan Standar Kualitas Baru

Pemerintah menaikkan kadar campuran sawit menjadi 50 persen. Namun, program ini menghadapi tantangan ekonomi yang berat.

Harga minyak mentah dunia kini terus mengalami penurunan. Sebaliknya, harga minyak sawit mentah bertahan sangat tinggi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan solusi. Pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan.

Waktu transisi membantu peritel menghabiskan sisa stok B40. Aturan tersebut mengikat peritel sejak pertengahan Juni lalu.

Kini, produsen harus mengirimkan bahan bakar berkualitas tinggi. Formula baru ini menuntut kandungan air sangat rendah.

Bahan bakar B50 juga membutuhkan stabilitas oksidasi tinggi. Kriteria ini melampaui standar kualitas formula B40 sebelumnya.

Tantangan Volume Alokasi untuk Produsen

Pemerintah belum menetapkan volume pasokan untuk masa depan. Padahal, kadar pencampuran baru melonjakkan permintaan pasar secara drastis.

Baca Juga :  Jaksa Agung Mutasi 34 Personel, 19 Jaksa Resmi Naik Jabatan Kajari - Ini Daftarnya

Kementerian ESDM sebelumnya mengalokasikan 15,64 juta kiloliter. Kuota tersebut mencakup kebutuhan pasokan sepanjang tahun 2026.

Wakil Ketua Aprobi Catra De Thouars angkat bicara. Ia mengonfirmasi ketiadaan angka alokasi baru saat ini.

“Pemerintah masih menyiapkan alokasi baru tersebut,” ujar Catra.

Produsen untuk sementara tetap menggunakan kuota alokasi lama. Data Kementerian ESDM menunjukkan penyaluran yang lancar.

Indonesia sukses mendistribusikan 4,61 juta kiloliter hingga April.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Ungkap Utang Rp1,6 Triliun ke Mitra MBG, Pembayaran Masih Tertahan
Kasus Febrie Adriansyah Masuk Babak Baru, Polri Serahkan ke Kejagung
Hotman Paris Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi dan TPPU
Pigai Usul Sertifikasi HAM Wajib untuk Promosi Jabatan, Ini Respons Polri
Enam Bulan, Komnas Perempuan Terima 1.833 Laporan Kekerasan terhadap Perempuan
Berkas P-21, Bareskrim Limpahkan 7 Tersangka Narkoba White Rabbit ke Kejari Jaksel
Polri Limpahkan Don Ritto ke Kejagung Besok, Uang dan Emas Sitaan Ikut Diserahkan
Tim 9 Jaksa Alumni KPK Siap Bongkar Kasus Febrie Adriansyah

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:55 WIB

BGN Ungkap Utang Rp1,6 Triliun ke Mitra MBG, Pembayaran Masih Tertahan

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:17 WIB

Kasus Febrie Adriansyah Masuk Babak Baru, Polri Serahkan ke Kejagung

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:20 WIB

Hotman Paris Dampingi Febrie Adriansyah di Kasus Korupsi dan TPPU

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:56 WIB

Pigai Usul Sertifikasi HAM Wajib untuk Promosi Jabatan, Ini Respons Polri

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:29 WIB

Enam Bulan, Komnas Perempuan Terima 1.833 Laporan Kekerasan terhadap Perempuan

Berita Terbaru