KemenHAM Tegaskan Kebebasan Pers Adalah Hak Asasi

Senin, 11 Mei 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta saat menghadiri peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta. (Posnews/Ist)

Staf Khusus Menteri HAM Thomas Harming Suwarta saat menghadiri peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Thomas Harming Suwarta menegaskan kebebasan pers merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin negara.

Pemerintah, kata dia, harus memastikan perlindungan, penegakan, hingga pemenuhan kebebasan pers di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Thomas saat menghadiri kegiatan fun walk bersama insan media dan masyarakat dalam rangka peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebebasan pers sejatinya adalah hak asasi. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus terus mendorong ekosistem pers yang bebas, independen, serta tetap menjadi suara kepentingan publik,” kata Thomas.

Media Diminta Tingkatkan Kualitas

Di tengah derasnya arus informasi di berbagai platform digital, Thomas menilai media harus terus meningkatkan kualitas pemberitaan.

Baca Juga :  Mengapa Kita Mudah Percaya Hoaks dan Sulit Memperbaikinya?

Menurutnya, media arus utama yang selama ini bekerja dengan standar jurnalistik ketat harus tetap menjaga profesionalisme dan kredibilitas.

Selain itu, munculnya berbagai platform media baru dinilai menjadi tantangan sekaligus pemicu agar pers nasional semakin adaptif.

“Media harus terus tumbuh dengan kualitas yang lebih baik di tengah perubahan lanskap informasi,” ujarnya.

Thomas Suwarta: Pers Bebas Adalah Pilar Demokrasi Indonesia
Thomas Suwarta: Pers Bebas Adalah Pilar Demokrasi Indonesia

KemenHAM Siapkan Kelas HAM untuk Jurnalis

Thomas menegaskan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berkomitmen menjaga kebebasan pers agar tetap sehat dan independen.

Dalam waktu dekat, KemenHAM juga akan menggelar program khusus berupa kelas hak asasi manusia bagi jurnalis di seluruh Indonesia.

Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi HAM sekaligus memperkuat perlindungan hak-hak jurnalis saat menjalankan tugas.

Baca Juga :  Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi jurnalis untuk terlibat dalam pembangunan HAM di Indonesia,” tegasnya.

Dewan Pers Soroti Etika Jurnalistik

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Indonesia, Komaruddin Hidayat, menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas insan pers.

Menurutnya, pers harus tetap menjaga objektivitas, profesionalisme, dan etika jurnalistik di tengah tantangan industri media saat ini.

“Pers harus tetap eksis menjaga prinsip objektivitas, profesionalitas, dan etika,” kata Komaruddin.

Kebebasan Pers dan Demokrasi

Thomas menilai penguatan kebebasan pers juga sejalan dengan upaya memperkuat demokrasi dan perlindungan HAM di Indonesia.

Ia menegaskan semakin baik perlindungan HAM, maka kebebasan pers juga akan semakin kuat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa
Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek
Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa
Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026
Praperadilan Kedua Roy Suryo Ditolak, Hakim Sebut Ada Penyalahgunaan Prosedur
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat dalam Operasi Senyap di NTB
Kasus Febrie Memanas, Mensesneg Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:14 WIB

Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:18 WIB

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:23 WIB

Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:35 WIB

Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026

Berita Terbaru

Langkah taktis pereda ketegangan kawasan. Arab Saudi dan UEA meluncurkan pesan persaudaraan serentak di media sosial guna mengakhiri perselisihan geopolitik beberapa bulan terakhir. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:00 WIB