Dewan Perdamaian Trump Desak PBB Lakukan Pelucutan Senjata Hamas

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Board of Peace mengajukan proposal rekonstruksi Gaza senilai $2,45 miliar. Simak rincian 66 proyek serta rencana pengerahan pasukan internasional. Dok: Istimewa.

Board of Peace mengajukan proposal rekonstruksi Gaza senilai $2,45 miliar. Simak rincian 66 proyek serta rencana pengerahan pasukan internasional. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Dewan Perdamaian menempuh langkah tegas dalam upaya mengurai benang kusut konflik di Gaza. Badan internasional bentukan Presiden Donald Trump ini berencana meminta Dewan Keamanan PBB untuk menuntut pelucutan senjata kelompok militan Hamas.

Rencana tersebut tertuang dalam sebuah laporan resmi yang akan Dewan Keamanan bahas pada hari Kamis dalam pertemuan khusus terkait situasi Timur Tengah. Menurut laporan tersebut, proses implementasi gencatan senjata yang rapuh saat ini menghadapi hambatan utama. Dalam hal ini, hambatan tersebut adalah penolakan Hamas untuk menerima pelucutan senjata yang terverifikasi.

Hambatan Utama: Penolakan Hamas untuk Melucuti Senjata

Laporan Dewan Perdamaian menyatakan bahwa Hamas tetap mempertahankan kontrol koersif di Gaza. Oleh karena itu, kelompok tersebut menghalangi transisi sipil yang tulus. Selanjutnya, laporan tersebut mendesak masyarakat internasional untuk bertindak tegas.

Hamas segera merespons laporan tersebut melalui sebuah pernyataan resmi. Mereka menolak isi dokumen itu dan menyebutnya mengandung banyak kekeliruan. Seorang diplomat yang mengetahui isi laporan tersebut mengonfirmasi keaslian dokumen itu kepada The Associated Press meski pemerintah belum merilisnya ke publik.

Rencana Trump: Otoritas Baru untuk Gaza

Presiden Trump merancang rencana gencatan senjata 20 poin yang komprehensif. Rencana ini menuntut Hamas menyerahkan senjata dan menghancurkan seluruh jaringan terowongan mereka. Selain itu, inisiatif ini membayangkan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Di samping itu, rencana tersebut mencakup beberapa elemen krusial lainnya:

  • Kehadiran pemerintahan teknokrat baru Palestina.
  • Penempatan pasukan keamanan internasional di wilayah Gaza.
  • Pembangunan kembali wilayah yang hancur pasca perang selama dua tahun.

Namun, Nickolay Mladenov, mantan utusan PBB yang memimpin Dewan Perdamaian, mengakui bahwa gencatan senjata ini mengalami kebuntuan sejak Oktober lalu. Ia menyebut hambatan pelucutan senjata Hamas sebagai faktor utama yang melumpuhkan kemajuan perundingan.

Pelanggaran Gencatan Senjata dan Realitas Lapangan

Dewan Perdamaian melaporkan pelanggaran gencatan senjata terjadi hampir setiap hari. Akibatnya, penduduk sipil terus menjadi korban. Keluarga-keluarga hidup dalam ketakutan, sementara akses kemanusiaan masih sangat terbatas.

Baca Juga :  Pasukan Pakistan Rebut Kembali Kota Nushki: 197 Militan Tewas dalam Operasi Skala Besar

Israel tetap melancarkan serangan udara di Gaza meskipun kesepakatan gencatan senjata berlaku. Militer Israel bahkan terus merangsek masuk dan kini menguasai sekitar 60 persen wilayah tersebut. Di sisi lain, Hamas menuduh Israel gagal memenuhi komitmen tahap pertama. Mereka menyoroti pembatasan akses masuk material untuk perbaikan infrastruktur dasar dan tempat penampungan warga.

Syarat Mutlak bagi Rekonstruksi

Laporan tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menegaskan posisi mereka. Maka dari itu, pelucutan senjata di Gaza bukan sekadar syarat resolusi PBB. Hal ini adalah langkah krusial untuk memulai rekonstruksi, penarikan pasukan Israel, dan mewujudkan jalan menuju penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Dengan demikian, nasib Gaza pada tahun 2026 berada di tangan resolusi PBB. Dunia menanti apakah Dewan Keamanan dapat mengambil tindakan konsisten untuk menuntut pelucutan senjata dari semua kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru