JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian memperketat pengawasan di sejumlah titik Jakarta Utara untuk mengantisipasi pergerakan pelajar dan kelompok pemuda yang diduga hendak mengikuti demonstrasi di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda, petugas menyisir sejumlah titik perbatasan dan persimpangan strategis.
Mereka tidak hanya memantau pergerakan rombongan, tetapi juga mengimbau pelajar agar pulang setelah kegiatan belajar dan tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengawasan tersebut melibatkan jajaran Polsek Tanjung Priok, Polsek Pademangan, dan Polsek Metro Penjaringan. Personel di lapangan berkoordinasi dengan unsur keamanan setempat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Tanjung Priok Pantau Pergerakan Pelajar
Kapolsek Tanjung Priok Kompol R. Sigit Kumono mengerahkan personel untuk memantau kawasan lampu lalu lintas Jubilee, Jalan Danau Sunter Selatan, Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara.
Berdasarkan laporan kegiatan, petugas mulai melakukan pemantauan pada pukul 10.50 WIB. Mereka memperhatikan pergerakan kelompok pemuda dan remaja, termasuk pelajar yang diperkirakan hendak menuju Jakarta Pusat.
Selain memantau situasi, polisi mengimbau pelajar agar kembali ke rumah setelah kegiatan belajar. Langkah ini bertujuan mencegah mereka terlibat dalam demonstrasi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Petugas juga mengajak unsur keamanan setempat menjaga komunikasi dengan kepolisian. Jika membutuhkan bantuan, warga dapat menghubungi Bhabinkamtibmas, Polsek Tanjung Priok, atau layanan darurat Polri melalui nomor 110.
Melalui pendekatan preventif dan persuasif, polisi berupaya menjaga ketertiban sekaligus melindungi pelajar dari risiko yang mungkin muncul selama aksi berlangsung.
Pademangan Awasi Dua Titik Perbatasan
Sementara itu, Polsek Pademangan yang dipimpin AKP Daniel Dirgala mengawasi dua lokasi strategis, yakni Pos Pantau Perbatasan Maspion Plaza di Jalan Gunung Sahari dan Stasiun KRL Kampung Bandan di kawasan Jalan Mangga Dua Raya.
Petugas memulai kegiatan pada pukul 09.00 WIB dengan melibatkan personel Polsek Pademangan, unsur TNI, polisi wanita, serta petugas keamanan KAI di Stasiun Kampung Bandan.
Di kedua lokasi tersebut, petugas memantau pergerakan rombongan dan memberikan imbauan kepada pihak yang diduga hendak menuju lokasi demonstrasi di Jakarta Pusat.
Berdasarkan laporan yang tersedia, situasi di Kecamatan Pademangan masih aman dan kondusif saat pemantauan berlangsung. Meski begitu, petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Penjaringan Siagakan Personel di Jembatan Tiga
Di wilayah Penjaringan, Polsek Metro Penjaringan menggelar apel persiapan pengamanan di lampu lalu lintas Jembatan Tiga Raya, Kelurahan Penjaringan, sekitar pukul 09.00 WIB.
Iptu Bambang Dewantara memimpin apel tersebut dan mengarahkan personel agar memperhatikan situasi di sekitar lokasi tugas.
Ia meminta petugas menyampaikan imbauan secara persuasif jika menemukan kerumunan. Selain itu, personel harus melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinan secara berjenjang.
Usai apel, personel bersiaga untuk menjalankan tugas sesuai arahan komando. Pengawasan ini melengkapi langkah antisipasi kepolisian di sejumlah titik Jakarta Utara.
Namun, laporan kegiatan yang tersedia tidak menyebutkan adanya penangkapan atau penindakan terhadap pelajar maupun kelompok pemuda di lokasi tersebut.
Polda Metro Jaya Terima Pemberitahuan Aksi dari 53 Elemen
Pengawasan di Jakarta Utara berlangsung di tengah rencana demonstrasi di sejumlah kawasan Ibu Kota pada Hari Sumpah Pemuda.
Polda Metro Jaya dilaporkan telah menerima pemberitahuan aksi dari 53 elemen mahasiswa dan masyarakat pada Rabu (28/10/2026).
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian meliputi Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monas, dan Tugu Tani.
Untuk mengantisipasi gangguan mobilitas warga, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiagakan 1.249 personel lalu lintas. Polisi juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Karena itu, masyarakat diimbau menghindari lokasi demonstrasi apabila tidak memiliki keperluan mendesak dan mengikuti arahan petugas.
Di sisi lain, pengamanan tetap perlu menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Pendekatan persuasif, komunikasi dengan warga, dan perlindungan terhadap pelajar menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban tanpa mengabaikan keselamatan.
Hingga laporan kegiatan yang tersedia, situasi di Pademangan dilaporkan kondusif.
Sementara itu, jumlah pelajar yang diarahkan pulang, tindakan terhadap kelompok tertentu, serta perkembangan lanjutan penyekatan di seluruh Jakarta Utara belum terkonfirmasi. **
Editor : Hadwan













