Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang melakukan uji coba peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang melakukan uji coba peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Korps Marinir Amerika Serikat menguji kemampuan peluncur roket bergerak (HIMARS) di kaki Gunung Fuji, Jepang, pada Rabu (20/5/2026). Latihan ini meningkatkan kesiapan militer AS dalam menghadapi ancaman serangan balik di medan tempur modern.

HIMARS merupakan peluncur roket yang terpasang di atas truk militer. Oleh karena itu, pasukan dapat menyembunyikan sistem ini dengan mudah. Selanjutnya, mereka meluncurkan roket dan berpindah lokasi segera setelahnya. Taktik “tembak dan lari” ini meminimalkan risiko dari serangan balik musuh, terutama pada era maraknya penggunaan drone.

Senjata Strategis di Pasifik

Sistem ini memiliki peran krusial di kawasan Pasifik. Amerika Serikat berharap HIMARS dapat mencegah invasi China ke Taiwan. Selain itu, Beijing mengeklaim Taiwan sebagai wilayah kedaulatannya dan belum menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer.

Baca Juga :  Gempur Narkoba Tanpa Henti, Polri Jaga Masa Depan Bangsa dari Ancaman Mematikan

Sistem HIMARS dengan rudal terbaru dapat mencapai sasaran di Selat Taiwan. Kondisi ini berlaku jika militer menempatkan sistem tersebut di pulau-pulau Jepang atau lokasi terdekat lainnya. Namun, latihan di Camp Fuji kali ini menggunakan proyektil tiruan sebagai langkah pencegahan.

Koordinasi dengan Pasukan Bela Diri Jepang

Latihan di Camp Fuji melibatkan koordinasi erat dengan pasukan militer Jepang. Pihak otoritas menutup akses jalan umum di dekat lokasi peluncuran demi keselamatan warga selama latihan berlangsung. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan masyarakat tetap aman meski latihan menggunakan senjata berat.

Sebelumnya, pasukan AS telah menggunakan sistem ini dalam konflik di Irak dan Afghanistan. Baru-baru ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengonfirmasi penggunaan HIMARS dalam serangan awal terhadap Iran. Senjata ini meluncurkan roket presisi yang menjangkau target ratusan mil jauhnya.

Baca Juga :  Drone Warfare: Efisiensi Militer di Persimpangan Dilema Etis

Kesimpulan: Membangun Daya Getar Regional

Latihan ini mencerminkan dinamika keamanan terbaru di Asia-Pasifik. Singkatnya, pengoperasian HIMARS menjadi komponen penting bagi strategi pertahanan Amerika Serikat. Kolaborasi dengan Jepang menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau bagaimana latihan militer ini memengaruhi postur pertahanan di Laut China Selatan. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, kesiapan aliansi menjadi faktor kunci dalam menjaga kebebasan navigasi di salah satu jalur perdagangan paling sibuk di dunia tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi
Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo
Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat
Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang
Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India
Kasus Whip Pink Diperluas, Bareskrim Periksa Selebgram hingga Konsumen Ratusan Kali Beli

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kejagung Musnahkan Jam Rolex KW Sitaan Koruptor Asabri Jimmy Sutopo

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:01 WIB

Densus 88 Soroti Ancaman Digital terhadap Anak, Literasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:38 WIB

Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB

Latihan tempur lintas negara. Korps Marinir Amerika Serikat dan pasukan Jepang melakukan uji coba peluncur roket HIMARS di kaki Gunung Fuji guna memperkuat pertahanan maritim terhadap potensi agresi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Dok: (AP Photo/Hiro Komae)

INTERNASIONAL

Marinir AS Uji Sistem HIMARS untuk Deteksi Ancaman China

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:38 WIB