KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Malaysia mengambil langkah taktis guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Peningkatan Campuran Biodiesel dan Penghematan Solar
Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia merancang peningkatan kadar campuran biodiesel.
Pemerintah menaikkan tingkat campuran B10 menjadi B12 atau B15.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini menyasar wilayah Semenanjung Malaysia dan Sabah.
Kementerian memproyeksikan kebijakan ini memangkas konsumsi solar nasional.
Program ini menekan konsumsi solar sebanyak 334.139 ton per tahun.
Angka penghematan tersebut setara dengan 386,73 juta liter solar.
Kementerian membeberkan hasil analisis biaya dan manfaat hari ini.
Laporan resmi tersebut tayang melalui situs web Parlemen Malaysia.
Analisis menunjukkan penghematan solar memperpanjang cadangan energi nasional.
Malaysia mengamankan pasokan solar hingga 20 hari lebih lama.
Selain itu, kebijakan ini mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Ketahanan Energi di Tengah Geopolitik Global
Kementerian menyampaikan penjelasan ini untuk menjawab pertanyaan parlemen.
Senator Norhasmimi Abdul Ghani menanyakan efektivitas program biodiesel sebelumnya.
Norhasmimi menyoroti upaya penekanan biaya solar bagi konsumen domestik.
Sementara itu, krisis energi global mengguncang rantai pasok dunia.
Ketidakpastian geopolitik turut memicu lonjakan harga bahan bakar internasional.
Oleh karena itu, Malaysia mengambil langkah cepat lewat peningkatan campuran.
Pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional dari gejolak pasar global.
Rekam Jejak Kebijakan Bahan Bakar Nabati Malaysia
Pemerintah Malaysia memelopori Dasar Biofuel Negara sejak 21 Maret 2006.
Sejak saat itu, Program Biodiesel Nasional menjadi instrumen utama negara.
Pemerintah memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku utama biodiesel.
Produk Palm Methyl Ester menggantikan porsi penggunaan solar fosil.
Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas harga industri kelapa sawit.
Alhasil, Malaysia berhasil meningkatkan daya tahan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













