WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Administrasi Presiden Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman kebijakan yang kontroversial. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, memperingatkan bahwa pemerintah dapat menghentikan seluruh layanan bea cukai dan imigrasi di bandara kota-kota besar.
Kebijakan ini menyasar kota-kota yang berstatus sebagai “kota suaka” (sanctuary cities). Kota-kota tersebut selama ini menolak untuk bekerja sama dengan otoritas federal dalam penegakan hukum imigrasi. Oleh karena itu, administrasi Trump mempertimbangkan tindakan ekstrem tersebut sebagai bentuk tekanan politik.
Sasaran Utama: Kota-Kota Besar AS
Mullin menyampaikan ancaman tersebut dalam pertemuan tertutup dengan para eksekutif industri perjalanan minggu lalu. Beberapa kota besar yang terancam kebijakan ini meliputi:
- New York City
- Chicago
- Los Angeles
- Philadelphia
- Denver
- Newark
- Seattle
- San Francisco
Selanjutnya, media The Atlantic melaporkan bahwa pemerintah kemungkinan akan mengeksekusi rencana ini setelah berakhirnya Piala Dunia FIFA pada Juli 2026. Langkah ini akan melumpuhkan arus mobilitas warga internasional di bandara-bandara tersibuk Amerika Serikat.
Protes Keras dari Industri Penerbangan
Asosiasi maskapai penerbangan, Airlines for America, bereaksi sangat keras. Mereka menilai pengurangan staf bea cukai di bandara utama akan berdampak buruk. Selain itu, hal ini akan mengganggu operasional maskapai secara signifikan.
U.S. Travel, yang mewakili jaringan hotel dan perusahaan penyewaan mobil, juga memberikan kecaman serupa. Mereka mendesak pemerintah untuk mengutamakan kebijakan yang mendorong efisiensi bagi para pelancong sah. Sebab, tiga bandara besar di New York saja telah melayani lebih dari 50 juta pelancong internasional tahun lalu.
Perpecahan di Kabinet: Menperin Sean Duffy Menentang
Ketegangan tidak hanya terjadi antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga di dalam kabinet Trump sendiri. Menteri Transportasi, Sean Duffy, secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya saat menghadiri sidang DPR AS pada Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Duffy menolak memberikan dukungan terhadap usulan Mullin tersebut. “Kita tidak seharusnya mematikan transportasi udara hanya karena sebuah negara bagian tidak setuju dengan kebijakan politik kita,” tegas Duffy. Pernyataan ini mempertegas adanya keretakan pandangan di dalam pemerintahan mengenai cara menghadapi pembangkangan kota-kota suaka.
Menanti Dampak pada Logistik Global
Jika pemerintah benar-benar menghentikan pemrosesan imigrasi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para wisatawan. Singkatnya, arus kargo internasional yang selama ini masuk melalui bandara-bandara utama akan terhenti total.
Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau bagaimana administrasi Trump akan menyelesaikan konflik ini. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian ini, kebijakan imigrasi bukan lagi sekadar isu domestik, melainkan telah menjadi faktor yang dapat meruntuhkan sendi-sendi logistik global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












