Trump Ancam Intervensi Militer Setelah Dakwa Raul Castro

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump kembali menebar ancaman intervensi militer terhadap Kuba. Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah pemerintah mendakwa mantan pemimpin Kuba, Raul Castro.

Trump menyampaikan pandangannya saat acara lingkungan di Ruang Oval. Ketika wartawan menyinggung isu Kuba, ia menegaskan kesiapan pemerintah untuk bertindak. “Presiden-presiden sebelumnya hanya mengamati situasi selama 50 atau 60 tahun. Sepertinya sayalah yang akan melakukannya. Saya senang jika harus melakukannya,” ujar Trump.

Dakwaan Raul Castro: Keadilan Setelah Tiga Dekade

Jaksa federal resmi mendakwa Raul Castro (94) atas keterlibatannya dalam penembakan dua pesawat sipil pada 1996. Kelompok eksil Brothers to the Rescue mengoperasikan pesawat tersebut. Saat itu, Castro menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kuba.

Jaksa menuduh Castro melakukan pembunuhan dan penghancuran pesawat. Jaksa Agung sementara, Todd Blanche, mengumumkan dakwaan ini dalam sebuah upacara di Miami. Selain itu, pengadilan turut mendakwa tiga pilot militer Kuba lainnya. Blanche menuntut Castro segera menyerahkan diri. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan segala cara legal untuk membawa mantan pemimpin itu ke pengadilan.

Strategi “Regime Change” dan Blokade Energi

Pemerintahan Trump menerapkan taktik serupa seperti saat mereka menggulingkan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari lalu. Oleh karena itu, banyak pengamat meyakini bahwa Washington sedang mengulangi strategi yang sama terhadap Havana.

Setelah menjatuhkan Maduro, Trump memerintahkan blokade energi total terhadap Kuba. Akibatnya, pulau tersebut mengalami pemadaman listrik yang parah dan kelangkaan bahan pokok. Sekretaris Negara Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintah AS tetap terbuka pada solusi damai. Namun, ia meragukan niat tulus pemerintah Kuba untuk bernegosiasi secara diplomatik.

China dan Rusia Pasang Badan untuk Kuba

Kuba tidak sendirian dalam menghadapi tekanan Washington. Kementerian Luar Negeri China secara terbuka menentang sanksi dan intervensi AS terhadap Havana.

Baca Juga :  Trump Konfirmasi Iran Mulai Bicara, Tapi Rahasiakan Rencana

“China mendukung penuh Kuba dalam menjaga kedaulatan dan martabat nasional,” tegas juru bicara kementerian, Guo Jiakun. Selain itu, keterlibatan intelijen Rusia di Kuba juga memperkuat posisi tawar Havana di mata Washington. Rubio memperingatkan bahwa hubungan keamanan dan intelijen antara Kuba dengan China dan Rusia telah menjadi ancaman serius bagi keamanan Amerika Serikat.

Menanti Akhir dari Sebuah Era

Keluarga korban penembakan 1996 menyambut dakwaan ini sebagai langkah yang sangat terlambat. Marlene Alejandre-Triana, putri dari salah satu pilot yang tewas, menyebut Castro sebagai otak di balik kejahatan tersebut.

Singkatnya, langkah agresif pemerintahan Trump menunjukkan perubahan taktik yang jauh lebih keras di Amerika Latin. Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau apakah Washington akan terus menekan Havana hingga mengubah lanskap politik di pulau tersebut secara permanen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel
Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Berita Terbaru

Aktor Revaldo Fifaldi. (Posnews/YouTube)

ENTERTAINMENT

Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba

Selasa, 25 Agu 2026 - 18:58 WIB

Perilaku otomatis sistem operasi Windows 11 yang menghapus driver GPU diskrit setelah laptop gaming lama beroperasi dalam mode Eco memicu kebingungan pengguna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Windows 11 Laporkan Hapus Driver GPU Laptop Gaming

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:12 WIB

Ilustrasi, Korban Kecelakaan tewas. (Freepik/rawpixel)

DAERAH

Senggolan Maut di Puncak, Pasutri Tewas Terlindas Dump Truck

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:51 WIB