WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kelompok senator bipartisan mendesak Departemen Pertahanan AS untuk segera bertindak. Mereka menuntut pencairan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan sekutu Eropa Timur.
Para legislator mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Jumat. Dalam surat tersebut, mereka meminta pemerintah untuk segera menyalurkan dana bantuan. Kongres telah mengalokasikan anggaran tersebut sejak tahun lalu.
Keterlambatan Pentagon dan Janji yang Terabaikan
Hubungan antara Kongres dan pemerintahan Trump semakin merenggang. Anggota parlemen menuntut kejelasan mengenai nasib bantuan tersebut. Secara rinci, bantuan itu terdiri dari $400 juta untuk Ukraina dan $200 juta untuk Estonia, Latvia, serta Lithuania.
Sebenarnya, Hegseth telah menjanjikan rencana belanja bantuan kepada anggota parlemen tiga pekan lalu. Namun, para senator menyatakan bahwa Pentagon melewatkan tenggat waktu 15 Mei yang mereka janjikan sebelumnya. Oleh karena itu, para legislator merasa frustrasi dengan ketidakpastian ini.
Frustrasi Internal Partai Republik
Ketegangan di Senat mencerminkan perpecahan yang lebih luas. Partai Republik kini menunjukkan rasa frustrasi terhadap pemerintahan Trump. Selain itu, Presiden Trump memicu kemarahan internal setelah mendukung penantang Senator John Cornyn di Texas.
Di sisi lain, Senator Thom Tillis secara terbuka mengkritik daftar kebijakan Trump yang dianggap merugikan Partai Republik. Tillis menyoroti pemecatan jenderal-jenderal terbaik serta kurangnya langkah tegas terhadap Vladimir Putin terkait kekejaman di Ukraina.
Ketegangan di Pentagon: Pemecatan Jenderal Senior
Kritik dari Partai Republik juga menyasar pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, bulan lalu. George sebelumnya berusaha mengubah strategi medan tempur Angkatan Darat. Ia mengintegrasikan perang drone dan belajar banyak dari pengalaman militer Ukraina.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun begitu, Hegseth membela langkah tersebut. Ia menyebut perombakan staf sebagai bagian dari upaya membangun “budaya prajurit” di Pentagon. Namun, tindakan ini tetap memicu kekhawatiran bipartisan di Kongres terkait stabilitas kepemimpinan militer AS.
Langkah Baru di DPR: Sanksi dan Bantuan
Di Gedung DPR, faksi Demokrat meluncurkan proposal baru. Mereka mendorong sanksi luas terhadap Rusia dan pengiriman bantuan militer sebesar $1 miliar untuk Ukraina. Meskipun paket bantuan ini kemungkinan besar sulit menjadi undang-undang, langkah ini memicu semangat baru bagi para pendukung Ukraina di parlemen.
Singkatnya, dukungan terhadap Ukraina kini menjadi simbol solidaritas di mata para legislator. Meskipun nominal bantuan $400 juta terlihat kecil dibandingkan paket awal, dana ini memiliki arti politis yang besar. Dengan demikian, para senator tetap menuntut kepastian dukungan Amerika Serikat bagi upaya perang Ukraina di tengah perdebatan panjang di Washington.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












