Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi di zona pendudukan. Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia menyusun rencana balasan setelah serangan drone Ukraina menghancurkan asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk, yang menewaskan enam orang. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

Eskalasi di zona pendudukan. Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia menyusun rencana balasan setelah serangan drone Ukraina menghancurkan asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk, yang menewaskan enam orang. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia untuk menyiapkan opsi pembalasan terhadap Ukraina. Putin mengambil langkah ini setelah serangan drone menghantam asrama mahasiswa di Starobilsk, wilayah Luhansk, pada Kamis malam.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai puluhan warga lainnya. Hingga kini, tim penyelamat masih mencari 15 orang yang belum ditemukan di bawah reruntuhan. Oleh karena itu, ketegangan di garis depan timur Ukraina meningkat drastis.

Klaim Rusia: Serangan pada Fasilitas Pendidikan

Putin mengecam serangan tersebut dalam siaran televisi pemerintah. Ia menuduh Kyiv secara sengaja menargetkan fasilitas pendidikan. Menurutnya, militer Ukraina pasti mengetahui sasaran mereka dengan tepat.

“Tidak ada fasilitas militer, intelijen, atau layanan terkait di sekitar asrama itu,” tegas Putin. Selanjutnya, ia menepis anggapan bahwa sistem pertahanan udara atau perang elektronik Rusia tidak sengaja mengenai bangunan tersebut. Presiden Rusia menegaskan bahwa drone Ukraina menghantam lokasi itu dalam tiga gelombang serangan terpisah.

Bantahan Ukraina: Target adalah Unit Komando Drone

Militer Ukraina membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa pasukan Ukraina menyerang unit komando drone elit Rusia yang beroperasi di area tersebut. Selain itu, Kyiv bersikeras bahwa mereka selalu mematuhi hukum kemanusiaan internasional dalam setiap operasi tempur.

Baca Juga :  Xi Jinping Sapa Museveni, China-Uganda Perkuat Poros Strategis

Presiden Volodymyr Zelenskyy sendiri belum memberikan komentar spesifik terkait insiden Starobilsk. Namun, ia sebelumnya menjanjikan pembalasan atas serangan rudal Rusia di sebuah apartemen di Kyiv yang menewaskan 24 orang pekan lalu. Dengan demikian, pertempuran di kedua sisi kini semakin sengit dan mematikan.

Dampak di Lapangan: Kesaksian Warga dan Kerusakan

Pihak Rusia merilis rekaman yang menunjukkan petugas penyelamat mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Selain itu, rekaman tersebut memperlihatkan kerusakan parah pada hostel milik Luhansk Pedagogical University. Api masih berkobar di beberapa bagian gedung saat proses evakuasi berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lyubov Yakovlevna, seorang penduduk setempat, menceritakan kengerian saat serangan terjadi. “Gelombang kejut menghantam apartemen kami,” kenang Yakovlevna dengan gemetar. Ia menyaksikan api berkobar sepanjang malam dan terpaksa mencari perlindungan di blok apartemennya.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar di Jakarta Barat, Ini 9 Pelanggaran Prioritas

Eskalasi Diplomatik di PBB

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut serangan ini sebagai “kejahatan keji”. Ia menuntut pelaku penyerangan mendapatkan hukuman setimpal. Oleh sebab itu, Moskow menjadwalkan sesi darurat di Dewan Keamanan PBB di New York guna membahas insiden ini.

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak organisasi internasional dan pemerintah dunia untuk mengecam serangan tersebut. Di sisi lain, Kyiv tetap mempertahankan posisinya. Ukraina berargumen bahwa Rusia harus menarik diri dari empat wilayah timur yang mereka klaim secara sepihak sejak 2022.

Menuju Titik Nadir Konflik

Serangan di Starobilsk mempertegas bahwa perang Rusia-Ukraina kini memasuki fase yang semakin brutal. Singkatnya, penggunaan drone untuk serangan jarak jauh telah mengubah sifat konflik menjadi lebih sulit diprediksi.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau dengan cemas apakah retorika pembalasan dari Putin akan memicu eskalasi rudal yang lebih luas. Di tahun 2026 yang penuh ketidakpastian ini, harapan untuk gencatan senjata permanen tampak semakin jauh dari jangkauan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis
Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional
AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz
TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB
VinFast Jual Pabrik di Vietnam dan Lepas Beban Utang
Bareskrim Polri Limpahkan Dua Kasus Narkoba dan Vape Etomidate ke Kejaksaan
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Jakarta Hujan Ringan – Bogor Berpotensi Diguyur Petir
Tanker Minyak Jepang Berhasil Tembus Blokade Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:53 WIB

TNI Kirim 744 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Lanjutkan Misi PBB

Berita Terbaru

Eskalasi di zona pendudukan. Presiden Vladimir Putin memerintahkan militer Rusia menyusun rencana balasan setelah serangan drone Ukraina menghancurkan asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk, yang menewaskan enam orang. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

INTERNASIONAL

Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

Serangan udara Israel menewaskan sepuluh warga sipil termasuk tenaga medis di Lebanon Selatan, sementara Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi keamanan Lebanon. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:11 WIB

Reshuffle kabinet berlanjut. Tulsi Gabbard resmi mundur dari jabatannya sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI) di tengah spekulasi tekanan Gedung Putih dan isu kesehatan keluarga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:03 WIB

Amerika Serikat dan Iran tetap mempertahankan posisi berseberangan terkait isu nuklir dan akses Selat Hormuz. Sementara itu, diplomasi internasional melalui Pakistan dan Qatar terus berupaya mencari jalan keluar dari krisis energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:52 WIB