Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kelalaian di balik deportasi massal. Laporan investigasi GAO membongkar borok pangkalan imigrasi Camp East Montana di Texas, mulai dari kelalaian medis hingga pemborosan anggaran pajak negara. Dok: Istimewa.

Kelalaian di balik deportasi massal. Laporan investigasi GAO membongkar borok pangkalan imigrasi Camp East Montana di Texas, mulai dari kelalaian medis hingga pemborosan anggaran pajak negara. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kesatuan suara di internal Partai Republik kini menghadapi ujian serius terkait pengeluaran pemerintah. Para senator Republik meninggalkan pertemuan dengan Direktur Secret Service dengan membawa keraguan besar atas usulan dana keamanan Gedung Putih senilai $1 miliar.

Direktur Secret Service, Sean Callan, memaparkan rincian tersebut dalam jamuan makan siang tertutup. Namun demikian, para legislator menilai penjelasan tersebut terlalu samar dan tidak memiliki dasar perhitungan yang kuat untuk jumlah yang begitu fantastis.

Fokus Kontroversi: Ruang Dansa Sayap Timur

Poin utama yang menjadi perdebatan adalah rencana pengeluaran $220 juta guna mengamankan penambahan ruang dansa baru di Sayap Timur. Berdasarkan dokumen yang diperoleh media, dana tersebut akan digunakan untuk:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Pemasangan kaca tahan peluru.
  • Implementasi teknologi deteksi drone.
  • Sistem filtrasi dan deteksi ancaman kimia.
  • Berbagai fungsi keamanan nasional tingkat tinggi lainnya.

Presiden Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa pembangunan ruang dansa tersebut menggunakan dana pribadi sebesar $400 juta. Munculnya tagihan keamanan yang dibebankan kepada negara ini mengejutkan banyak pihak di Capitol Hill. “Jika seseorang datang kepada saya dan ingin menghabiskan satu miliar dolar, saya pasti akan meminta rinciannya,” tegas Senator Rick Scott dari Florida.

Baca Juga :  Sanae Takaichi Dipastikan Terpilih Kembali Menjadi Perdana Menteri

Peningkatan Pelatihan dan Fasilitas Pengunjung

Secret Service mengajukan permintaan besar ini menyusul dakwaan terhadap seorang pria yang mencoba membunuh Trump pada jamuan makan malam bulan lalu. Selain pengamanan fisik gedung, rencana ini mencakup:

  1. Fasilitas Skrining Pengunjung: $180 juta untuk pembangunan pusat pemeriksaan baru.
  2. Pelatihan Agen: $175 juta guna melatih personel USSS menghadapi lingkungan ancaman modern.
  3. Keamanan VIP: $175 juta untuk peningkatan keamanan orang-orang dalam perlindungan khusus.
  4. Teknologi Udara: $150 juta guna menangani ancaman drone dan pelanggaran ruang udara.

Senator Susan Collins, Ketua Komite Alokasi Senat, mempertanyakan alasan keterlambatan pengajuan ini. Ia mendesak pemerintah menyediakan lebih banyak data sebelum komite menyetujui anggaran tersebut masuk ke dalam rancangan undang-undang pengeluaran.

Baca Juga :  Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Ini Daftar Lengkap dan Perombakan Terbarunya

Ancaman Penjegalan oleh Demokrat

Di sisi lain, pimpinan faksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengambil sikap perlawanan total. Demokrat berencana meminta parlemen untuk menghapus dana keamanan tersebut dari draf undang-undang.

“Berapa banyak warga Amerika yang ingin melihat satu miliar dolar untuk ruang dansa daripada untuk biaya penitipan anak dan bahan makanan?” ujar Schumer dengan nada retoris. Strategi Demokrat adalah memaksa pihak Republik melakukan pemungutan suara secara terbuka guna menunjukkan prioritas anggaran mereka kepada publik menjelang pemilu.

Menanti Rincian Teknis

Meskipun terdapat penolakan, beberapa anggota Republik seperti Senator Mike Rounds menyarankan kemungkinan pengurangan nilai anggaran atau pemecahan dana ke tahun-tahun berikutnya. Ia yakin dukungan akan mengalir setelah informasi yang lebih transparan tersedia bagi publik.

Singkatnya, nasib anggaran keamanan ini kini bergantung pada kemampuan Sean Callan dalam membenarkan setiap dolar yang diminta. Di tahun 2026 yang penuh dengan tantangan keamanan nasional dan tekanan inflasi, setiap sen pengeluaran untuk simbol kekuasaan akan terus berada di bawah mikroskop politik yang sangat tajam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB