Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat berupaya memulihkan hubungan dengan India. Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, memulai kunjungan kerja selama tiga hari pada hari Sabtu. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat mengalami ketegangan akibat kebijakan tarif Washington dan pendekatan diplomatik AS terhadap Pakistan.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Narendra Modi, Rubio mendorong kerja sama energi yang lebih erat. Ia menyampaikan bahwa produk energi Amerika memiliki potensi besar untuk mendiversifikasi pasokan bagi India. Selain itu, Rubio menekankan pentingnya langkah ini di tengah krisis energi akibat perang di Timur Tengah.

Memperbaiki Retakan Akibat Sengketa Tarif

Hubungan AS-India sempat mengalami guncangan hebat tahun lalu. Pada saat itu, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif hukuman terhadap barang-barang asal India. Akibatnya, kepercayaan New Delhi terhadap Washington sempat memudar secara signifikan.

Namun demikian, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan sementara. Trump mencabut sebagian tarif tersebut sebagai bentuk niat baik. Meskipun begitu, tim negosiator kedua negara belum merampungkan perjanjian perdagangan komprehensif hingga saat ini.

Pakistan dan Dinamika Geopolitik Regional

Di sisi lain, keterlibatan Amerika Serikat dalam pembicaraan perdamaian di Iran justru menciptakan masalah baru bagi hubungan AS-India. Washington kini semakin dekat dengan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator utama bagi Teheran. Padahal, India memandang Pakistan sebagai rival regional yang berbahaya.

Maka dari itu, Rubio berusaha menegaskan kembali posisi India dalam strategi Indo-Pasifik AS. Ia menyebut India sebagai pilar utama, baik melalui aliansi Quad maupun kerja sama bilateral. “India menempati posisi kunci bagi pendekatan Amerika di Indo-Pasifik,” ujar Rubio kepada wartawan.

Strategi Pemulihan Kepercayaan

Pemerintah AS kini menempatkan Duta Besar Sergio Gor untuk memulihkan kepercayaan di New Delhi. Gor, yang merupakan teman dekat Trump, telah bekerja keras sejak Januari lalu. Hasilnya, kedua negara berhasil merancang kerangka kerja untuk kesepakatan dagang sementara.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026: Kapolri Waspadai Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan

Pemerintah AS menurunkan tarif barang India dari 50 persen menjadi 18 persen melalui kesepakatan tersebut. Oleh karena itu, New Delhi kini mengevaluasi langkah selanjutnya. Mereka mempertimbangkan berbagai opsi sementara administrasi Trump terus melakukan investigasi perdagangan tidak adil.

Menanti Momentum Kerja Sama

Banyak pengamat menilai kunjungan Rubio mungkin tidak akan langsung mengubah arah kebijakan secara drastis. Namun, kedua pihak tetap berupaya membangun momentum di sektor-sektor yang memiliki titik temu.

Singkatnya, stabilitas kawasan bergantung pada keberhasilan Amerika Serikat dan India dalam mengelola perbedaan mereka. Di tahun 2026 yang penuh tantangan ini, sinergi antara dua negara demokrasi terbesar di dunia tetap menjadi instrumen vital bagi keamanan dan ekonomi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

WhatsApp menghentikan dukungan Android 5.0 dan 5.1 mulai 8 September 2026, menuntut pengguna beralih ke Android 6.0 Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

WhatsApp Naikkan Spesifikasi Minimal Android 6

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:30 WIB