POSNEWS.CO.ID, MINNEAPOLIS — Grand jury federal mendakwa seorang petugas imigrasi AS pada Kamis. Dakwaan ini terkait pernyataan bohong soal penembakan seorang pria Venezuela di Minnesota selama gelombang deportasi musim dingin lalu.
Sumber yang mengetahui kasus ini menyebutkan agen ICE Christian Castro didakwa enam tuduhan berbohong kepada penyidik. Dakwaan ini akan dibuka resmi setelah Castro berada dalam tahanan.
Langkah ini menjadi tindakan luar biasa dari Departemen Kehakiman yang selama ini enggan mendakwa petugas federal. Kasus ini menjadi penuntutan pertama yang diketahui terhadap petugas imigrasi federal dalam operasi Minneapolis tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Castro Hadapi Dakwaan Negara Bagian atas Penembakan
Castro juga menghadapi dakwaan negara bagian Minnesota atas penembakan Julio Cesar Sosa-Celis pada 14 Januari lalu. Penembakan ini melukai kaki Sosa-Celis di tengah puncak kampanye deportasi Trump yang memicu berminggu-minggu protes.
Surat perintah penangkapan negara bagian Minnesota terhadap Castro masih berlaku hingga kini. Namun, Gubernur Texas Greg Abbott menolak menandatangani surat ekstradisi yang dikirim Gubernur Minnesota Tim Walz.
Dakwaan negara bagian ini juga mencakup tuduhan Castro salah melaporkan kejadian kepada atasannya. Castro diduga mengklaim Sosa-Celis menyerangnya dengan sekop salju dan sapu, meski bukti video justru membantah klaim tersebut.
Jaksa Federal Dipecat, DHS Selidiki Pelanggaran Hak Sipil
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) telah menonaktifkan Castro dari tugasnya. Sumber yang sama menyebutkan penyelidikan hak sipil masih berlangsung tanpa keputusan final hingga saat ini.
Sementara itu, jaksa federal Matt Evans dipecat pekan ini usai laporan ProPublica mengungkap emailnya kepada pengacara Sosa-Celis. Email tersebut menyebutkan jaksa DOJ menghentikan upayanya mengajukan dakwaan federal terhadap Castro.
Evans kini justru diselidiki atas dugaan menghalangi penyelidikan grand jury. Castro sendiri belum memberikan tanggapan publik sejak dibebaskan dari penjara Cameron County pekan lalu.
Pengacara Korban Tuntut Akuntabilitas Penuh
Robin Wolpert, pengacara Sosa-Celis, menyatakan kliennya menuntut Castro bertanggung jawab penuh lewat dakwaan hak sipil yang lebih kuat. “Castro membuat pernyataan bohong untuk menutupi penembakan tanpa justifikasi pembelaan diri,” ujar Wolpert.
ACLU Minnesota mengumumkan pada Kamis akan mewakili Sosa-Celis dalam gugatan terhadap pemerintahan Trump. Pemerintahan Trump sendiri selama ini membela tindakan agen ICE dan mengklaim mereka memiliki imunitas penuh dari penuntutan negara bagian.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














