Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Perdana Menteri Sanae Takaichi menolak kritik bahwa revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan ke Tahta Krisan. Ia menegaskan revisi tersebut semata bertujuan menjaga jumlah anggota keluarga kekaisaran.

Pernyataan Takaichi soal Isu Suksesi

Takaichi menulis lewat unggahan X bahwa isu kaisar perempuan berkaitan dengan struktur suksesi kekaisaran. Ia menegaskan isu tersebut tidak termasuk dalam tujuan revisi undang-undang ini.

Pernyataan ini muncul sehari sebelum ulang tahun ke-20 Pangeran Hisahito pada Minggu. Pangeran tersebut merupakan keponakan Kaisar Naruhito dan berada di urutan kedua suksesi Tahta Krisan.

Isi Revisi UU Rumah Kekaisaran

Pada Juli, Jepang merevisi UU Rumah Kekaisaran 1947 untuk mengizinkan adopsi anggota laki-laki dari cabang keluarga kekaisaran lama. Revisi ini juga memungkinkan anggota perempuan mempertahankan status kekaisaran meski menikah dengan warga biasa.

Namun, revisi tersebut tetap mempertahankan sistem suksesi eksklusif untuk laki-laki. Sistem ini telah berlaku lama dalam struktur suksesi kekaisaran Jepang.

Alasan di Balik Revisi Undang-Undang

Takaichi menyebut tugas mendesak saat ini adalah menghentikan penurunan jumlah anggota keluarga kekaisaran. Ia menyebut ketentuan yang memungkinkan anggota kerajaan perempuan mempertahankan status setelah menikah sebagai langkah sangat penting.

Baca Juga :  Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing

Langkah ini menurutnya krusial untuk menjaga ukuran keluarga kekaisaran tetap memadai. Kondisi jumlah anggota keluarga kekaisaran memang terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir.

Kritik Parlemen dan Rencana Diskusi Lanjutan

Takaichi sebelumnya mendapat kritik karena dianggap kurang memberikan ruang deliberasi parlemen soal revisi ini. Ia menulis pada Sabtu bahwa diskusi lebih lanjut akan digelar setelah undang-undang berlaku efektif pada 24 Oktober.

Takaichi merujuk pada klausul tinjauan dalam ketentuan tambahan undang-undang tersebut. Klausul ini membuka ruang bagi pembahasan lebih mendalam soal isu suksesi di masa mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama
Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Perparah Krisis Energi
Norwegia Sita Kapal Rusia di Svalbard atas Permintaan Naftogaz
Putin Sebut Ada Peluang Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Pemerintahan Trump Kembali Ajukan Banding ke MA

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Sabtu, 5 September 2026 - 13:35 WIB

Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Sabtu, 5 September 2026 - 12:31 WIB

Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama

Sabtu, 5 September 2026 - 11:26 WIB

Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan

Berita Terbaru

USS Abraham Lincoln meninggalkan Thailand usai kunjungan pelabuhan pertama, di tengah laporan kondisi buruk. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:30 WIB

PM Sanae Takaichi membantah revisi UU Rumah Kekaisaran menghalangi suksesi perempuan, menegaskan tujuannya menjaga jumlah anggota. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:07 WIB

Ilustrasi, Pesawat BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menangani sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. (Posnews/BPBD DKI)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB