Prabowo: Pancasila Harus Jadi Pedoman Bangsa, Bukan Hanya Mantra Upacara

Senin, 1 Juni 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila Jakarta dan menegaskan Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Posnews/Sekretariat negara)

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila Jakarta dan menegaskan Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Posnews/Sekretariat negara)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila harus menjadi pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sekadar slogan yang diucapkan saat upacara seremonial.

Prabowo menyampaikan pesan tersebut saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Prabowo meminta seluruh elemen bangsa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan, pemerintahan, pembangunan ekonomi, hingga kehidupan sosial masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh hanya menjadi slogan yang kita ucapkan setiap upacara,” kata Prabowo.

Prabowo Minta Nilai Pancasila Diterapkan

Prabowo menegaskan Pancasila menjadi fondasi utama dalam mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara.

Karena itu, pemerintah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan nasional.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Mandalika, Motor Turis Jerman Ditabrak Navara hingga Tewas

Selain itu, Prabowo menilai Pancasila tetap relevan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Pancasila menjadi pedoman dalam membangun kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk membangun sistem ekonomi nasional,” ujarnya.

Hari Lahir Pancasila 2026 Angkat Tema Perdamaian Dunia

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi, menjelaskan peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Yudian menegaskan tema tersebut menunjukkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjaga persatuan Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian global.

“Tema ini menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia,” ujar Yudian.

BPIP Tetapkan Garuda Pancasila sebagai Logo Resmi

BPIP menetapkan Garuda Pancasila sebagai logo resmi peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Cek Cuaca Kota Besar di Indonesia

Yudian menilai penggunaan lambang negara tersebut mencerminkan semangat persatuan, kedaulatan, dan penguatan ideologi Pancasila di tengah dinamika global.

Bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni untuk mengenang pidato bersejarah yang disampaikan Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Melalui momentum tersebut, pemerintah mengajak masyarakat menjaga nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan nasional.

Pemerintah juga berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan ekonomi, sosial, dan geopolitik yang terus berkembang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025
Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta
Dua Kali Tak Hadir, Nusron Wahid Segera Dipanggil Lagi oleh KPK
264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah
Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan
Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:11 WIB

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Berlangsung Sejak 2025

Selasa, 3 November 2026 - 20:22 WIB

Pernah Dampingi Prabowo dan Listyo Sigit, Ini Profil Irjen Ahrie Sonta

Selasa, 3 November 2026 - 18:10 WIB

264 Perwira Polri Dirotasi, Jabatan Wakapolda hingga Kapolres Berubah

Selasa, 3 November 2026 - 16:25 WIB

Dikabarkan 7 Jenderal Diperiksa di Mabes Polri, Dugaan Informasi Penyadapan

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Berita Terbaru

Aparat gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penolakan konser Andrea Bocelli di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

JABODETABEK

Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:40 WIB