Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gugur dalam tugas kemanusiaan. Seorang perwira polisi Toronto tewas tertembak saat menyelidiki teror penembakan Konsulat Amerika Serikat oleh jaringan bersenjata. Dok: (Arlyn McAdorey/The Canadian Press via AP)

Gugur dalam tugas kemanusiaan. Seorang perwira polisi Toronto tewas tertembak saat menyelidiki teror penembakan Konsulat Amerika Serikat oleh jaringan bersenjata. Dok: (Arlyn McAdorey/The Canadian Press via AP)

TORONTO, POSNEWS.CO.ID – Seorang pelaku kejahatan menembak mati seorang perwira polisi Toronto saat fajar pada hari Kamis. Langkah taktis ini terjadi saat polisi menyelidiki kasus penyerangan bersenjata terhadap Konsulat Amerika Serikat pada Maret lalu.

Penembakan di Apartemen dan Korban Gugur

Kepala Kepolisian Toronto, Myron Demkiw, mengonfirmasi kematian perwira senior bernama Marc Pinizotto dalam konferensi pers. Sebab, pelaku melepaskan tembakan secara brutal saat polisi hendak mengeksekusi surat perintah penggeledahan di sebuah apartemen.

Perwakilan Unit Investigasi Khusus Ontario, Monica Hudon, menjelaskan bahwa pihak tersangka menembak petugas terlebih dahulu. Akibatnya, Pinizotto menderita luka tembak fatal dan meninggal dunia di rumah sakit setempat.

Sementara itu, petugas medis sedang merawat seorang tersangka berumur 19 tahun yang berada dalam kondisi kritis.

Perburuan Tersangka Kedua Zara Jabbi

Polisi kini sedang meluncurkan perburuan besar-besaran untuk menangkap tersangka kedua bernama Zara Jabbi. Sebab, Demkiw memperingatkan masyarakat bahwa pemuda berumur 19 tahun tersebut membawa senjata api dan sangat berbahaya.

Oleh karena itu, ia mendesak Jabbi untuk segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat secepatnya.

Walikota Toronto, Olivia Chow, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kemanusiaan ini. Selain itu, ia mengaku telah mengenal ibu kandung korban selama 20 tahun terakhir di kota tersebut.

Baca Juga :  Selandia Baru: Migran Wajib Lulus Tes Kewarganegaraan Mulai 2027

Hubungan Teror Konsulat dan Perang Iran

Penyelidikan ini menargetkan jaringan pelaku penyerangan Konsulat Amerika Serikat pada bulan Maret kemarin. Sebab, saat itu, dua orang memberondong gedung konsulat menggunakan senjata api dari dalam mobil Honda putih.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tembakan tersebut merusak dinding bagian luar bangunan diplomatik itu. Selain itu, aksi teror ini berlangsung di tengah memanasnya ketegangan akibat perang Amerika Serikat melawan Iran.

Sentimen anti-perang tersebut juga memicu penembakan misterius di dua rumah ibadat Yahudi pada pekan sebelumnya. Pada akhirnya, kepolisian berjanji akan menuntaskan kasus ini demi menjaga keamanan seluruh warga Toronto.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca
Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian
Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv
Militer Myanmar Tingkatkan Serangan Udara dan Pembantaian
Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:31 WIB

Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:24 WIB

Langkah Diplomasi Presiden Sharaa: Suriah Upayakan Perjanjian

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:20 WIB

Hujan Rudal Balistik dan Drone Rusia Gempur Kyiv

Berita Terbaru

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna. (Posnews/Humas Kejagung)

NASIONAL

Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Selasa, 28 Jul 2026 - 18:27 WIB