Bareskrim Sita 715 Gram Sabu dan 11.443 Butir Ekstasi, Pengendali Beraksi dari Penjara

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman Narkoba via Ekspedisi Digagalkan, Jaringan Palembang-Bogor Terungkap. (Posnews/Ist)

Pengiriman Narkoba via Ekspedisi Digagalkan, Jaringan Palembang-Bogor Terungkap. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan peredaran narkoba lintas daerah yang menghubungkan Palembang, Bogor, dan Jakarta.

Dalam operasi gabungan bersama Direktorat Narkoba Polda Sumatera Selatan dan Bea Cukai Palembang, petugas menyita ratusan gram sabu serta ribuan butir ekstasi yang siap beredar di masyarakat.

Informasi intelijen Bea Cukai Palembang mengawali pengungkapan kasus tersebut setelah mendeteksi pengiriman paket mencurigakan dari Palembang menuju Bogor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti informasi itu, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Tim 2 Satgas NIC langsung menyelidiki dan mengawasi paket yang diduga berisi narkotika.

Speaker Berisi Sabu dan Ekstasi Terbongkar di Gudang Ekspedisi

Pada Rabu, 10 Juni 2026 sekitar pukul 10.34 WIB, petugas memeriksa sebuah paket di gudang J&T Kedung Halang, Kabupaten Bogor.

Pemeriksaan tersebut mengungkap modus penyelundupan narkoba yang cukup rapi. Pelaku menyembunyikan sabu dan ekstasi di dalam speaker berwarna hitam.

Petugas menemukan empat paket sabu seberat bruto 405,06 gram dan 97 butir ekstasi yang dibungkus plastik bening serta dilapisi aluminium foil.

Setelah memastikan isi paket, tim menjalankan metode controlled delivery untuk memburu penerima barang.

Pada pukul 16.50 WIB, tim menangkap Ahmad Badawi alias Samba saat menerima paket narkoba di kawasan Masjid Al Huda, Citayam, Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Pulang Besanan Berujung Maut, Mobil Pengantin Asal Bogor Terjun ke Jurang 2 Tewas

Saat menggeledah Ahmad, petugas menemukan enam paket sabu seberat bruto 5,1 gram dan satu paket daun kering yang diduga narkotika.

Dalam pemeriksaan awal, Ahmad mengaku menjalankan perintah seseorang bernama Doni yang dikenalnya melalui Instagram dan WhatsApp.

Napi Purwakarta Kendalikan Jaringan dari Dalam Lapas

Penyidik kemudian menelusuri identitas Doni dan mengungkap fakta mengejutkan.

Doni ternyata Abdul Latif, narapidana yang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Purwakarta, Jawa Barat.

Petugas segera berkoordinasi dengan pihak lapas dan mengamankan Abdul Latif beserta telepon genggam yang diduga digunakan untuk mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara.

Saat menjalani pemeriksaan pada 14 Juni 2026, Abdul Latif mengakui dirinya mengendalikan Ahmad Badawi sebagai kurir narkoba.

Abdul Latif juga mengaku menerima pasokan sabu dari bandar berinisial Pacik di Aceh melalui komunikasi menggunakan aplikasi Zangi.

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Palembang

Pengakuan Abdul Latif membuka jalan bagi penyidik untuk memburu pemasok utama.

Bersama Polda Sumatera Selatan, petugas menangkap Puja Bangsa yang diduga mengirim paket narkoba dari Palembang ke Bogor.

Selanjutnya, polisi menggerebek sejumlah lokasi di Kota Palembang.

Di sebuah kamar hostel di Jalan MP Mangkunegara, petugas menemukan sabu seberat 1,09 gram dan sabu seberat 309,47 gram yang pelaku sembunyikan di dalam kotak speaker.

Polisi kemudian melanjutkan penggerebekan ke sebuah rumah kos di kawasan Ilir Timur.

Di lokasi itu, petugas menemukan ribuan butir ekstasi berbagai warna dan logo yang siap diedarkan.

Baca Juga :  Sebar Video Call Asusila Kekasih, Pria Asal Gowa Ditangkap di Bekasi

Barang bukti yang diamankan meliputi 2.039 butir ekstasi berlogo Donald Trump, Heineken, dan TikTok, kemudian 3.044 butir ekstasi berlogo Dior, serta 6.360 butir ekstasi berlogo WhatsApp.

Secara keseluruhan, petugas menyita 11.443 butir ekstasi.

Modus Tempel dan Paket Kecil

Penyidik mengungkap jaringan ini menjalankan sistem tempel yang kerap digunakan sindikat narkoba.

Abdul Latif mengatur seluruh distribusi narkoba dari dalam lapas menggunakan identitas palsu dan nomor telepon khusus.

Setelah menerima paket besar, kurir memecah sabu menjadi paket-paket kecil dengan berbagai ukuran dan harga.

Kurir kemudian meletakkan paket tersebut di sejumlah titik sesuai arahan pengendali agar pembeli dapat mengambilnya tanpa bertemu langsung.

Dalam sehari, kurir mampu melakukan hingga 20 kali peletakan narkoba di berbagai lokasi.

Bareskrim memperkirakan penyitaan tersebut menyelamatkan sedikitnya 2.129 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Bareskrim memperkirakan nilai narkoba yang gagal beredar mencapai sekitar Rp826 juta.

Polisi Buru Bandar Besar Jaringan Nasional

Penyidik menemukan dugaan bahwa Puja Bangsa berperan sebagai kaki tangan bandar narkoba buron Agung Darmawan alias Agung Apek.

Nama Agung Apek sebelumnya muncul dalam kasus narkotika yang ditangani Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada Februari 2026.

Kini, penyidik terus mengembangkan kasus, memburu pelaku lain, dan menelusuri aliran dana jaringan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan memburu dan membongkar seluruh jaringan hingga ke akar-akarnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Wanita Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Grogol, Ada Luka di Kepala
Aksi Pecah Kaca Mobil di Kalideres Gasak Rp1,2 Miliar, Polisi Bekuk Pelaku di Bogor
Viral Pelajar Bawa Sajam di PIK, Tawuran Makin Brutal dan Pengawasan Dipertanyakan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:03 WIB

Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:38 WIB

Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang

Berita Terbaru

Solusi gaming 1080p hemat energi. AMD merilis GPU Radeon RX 9050 berarsitektur RDNA yang hanya mengonsumsi daya 92 Watt. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Meluncurkan Kartu Grafis Radeon RX 9050

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:30 WIB

Bocoran unik gawai Microsoft. Seorang pengguna internet mengaku menemukan dan menguji prototipe Surface Laptop Ultra bertenaga APU NVIDIA RTX Spark N1X. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netizen Temukan Prototipe Surface Laptop Ultra di Pinggir Jalan

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:16 WIB