Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus. (Posnews/PDIP)

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus. (Posnews/PDIP)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polemik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas.

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menegaskan partainya tidak akan pernah melupakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Namun, PDIP mengaku menjadikan perjalanan politik Jokowi sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran kader.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu sekaligus menjawab sindiran Ketua DPP PSI Bestari Barus yang sebelumnya menilai PDIP masih terus membicarakan Jokowi dan belum bisa “move on”.

“PDIP tidak akan pernah melupakan Jokowi sampai kapan pun. Bahkan, kami menjadikan kehadiran Jokowi sebagai studi kasus dalam berbagai kegiatan kaderisasi,” kata Deddy kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Deddy Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Deddy mengungkapkan sejumlah pelajaran politik yang, menurutnya, dapat dipetik dari perjalanan Jokowi.

Menurut Deddy, kekuasaan dapat mengubah seseorang jika tidak dibarengi komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

Selain itu, ia menilai ambisi politik dan kekuasaan berpotensi mendorong seseorang mengabaikan prinsip-prinsip yang sebelumnya dijunjung tinggi.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Indonesia Hari Ini, Jakarta hingga Bandung Berpotensi Hujan Ringan

“Dalam konteks itulah Jokowi menjadi pelajaran penting sekaligus pengalaman politik yang tidak akan dilupakan PDIP,” ujarnya.

Meski demikian, Deddy menegaskan PDIP tidak secara aktif membahas Jokowi di ruang publik. Ia menyebut partainya hanya memberikan tanggapan ketika ada pernyataan politik yang perlu dijawab.

Serang PSI, PDIP Sebut Cari Panggung Politik

Deddy kemudian melontarkan kritik keras kepada PSI. Ia menilai elite PSI sengaja terus membenturkan PDIP dengan Jokowi untuk meraih perhatian publik dan keuntungan politik.

Menurutnya, PSI berulang kali mengangkat narasi konflik antara PDIP dan Jokowi karena tidak memiliki strategi politik yang kuat untuk membesarkan partai.

“Mereka terus membenturkan PDIP dengan Jokowi demi mencari simpati publik. Cara seperti itu tidak akan membangun partai secara sehat,” tegasnya.

Deddy juga meminta PSI lebih fokus memperkuat organisasi, kaderisasi, dan kerja politik di lapangan daripada terus memproduksi polemik di media sosial.

Guntur Romli: Jokowi Sudah Dipecat dari PDIP

Sementara itu, politikus PDIP Guntur Romli menegaskan Jokowi tidak lagi menjadi bagian dari PDIP setelah partai menjatuhkan sanksi pemecatan.

Menurut Guntur, hubungan politik antara PDIP dan Jokowi telah berakhir sejak partai memutuskan mengeluarkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dari keanggotaan.

Baca Juga :  Pemprov DKI Siaga Hadapi Cuaca Panas Ekstrem Jakarta, Waspada hingga Akhir Oktober

“Jokowi bukan mundur atau meninggalkan PDIP, tetapi dipecat oleh PDIP karena melanggar aturan partai,” kata Guntur.

Ia juga menegaskan berbagai persoalan yang berkaitan dengan Jokowi saat ini bukan lagi menjadi tanggung jawab PDIP.

Menurutnya, masyarakat berhak menilai dan meminta pertanggungjawaban Jokowi atas berbagai kebijakan yang diambil selama menjabat Presiden RI.

PSI Sindir PDIP Belum Bisa Move On

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyindir PDIP yang mengaku sudah melupakan Jokowi.

Bestari menilai pernyataan sejumlah elite PDIP justru menunjukkan bahwa nama Jokowi masih menjadi topik pembahasan di internal partai berlambang banteng tersebut.

“Kalau benar sudah lupa, seharusnya tidak terus membicarakan Jokowi,” kata Bestari, Senin (15/6/2026).

Ia bahkan menyebut PDIP belum bisa “move on” dari Jokowi. Bestari juga menegaskan kemenangan Jokowi dalam berbagai pemilu terjadi karena dukungan rakyat, bukan semata-mata karena dukungan partai.

Pernyataan saling serang antara PDIP dan PSI ini kembali memperlihatkan bahwa nama Jokowi masih menjadi magnet politik menjelang dinamika politik nasional pasca-Pilpres 2024 dan menjelang agenda politik berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan
Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:38 WIB

Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terbaru

Solusi gaming 1080p hemat energi. AMD merilis GPU Radeon RX 9050 berarsitektur RDNA yang hanya mengonsumsi daya 92 Watt. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

AMD Resmi Meluncurkan Kartu Grafis Radeon RX 9050

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:00 WIB

Bencana dahsyat di barat daya Jepang. Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, merenggut 14 nyawa warga dan memicu ledakan di pusat perbelanjaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:30 WIB

Bocoran unik gawai Microsoft. Seorang pengguna internet mengaku menemukan dan menguji prototipe Surface Laptop Ultra bertenaga APU NVIDIA RTX Spark N1X. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netizen Temukan Prototipe Surface Laptop Ultra di Pinggir Jalan

Jumat, 31 Jul 2026 - 09:16 WIB