Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

Pembatasan kekuasaan militer eksekutif. Senat Amerika Serikat menyetujui resolusi bersejarah untuk membatasi wewenang perang Donald Trump di tengah lonjakan anggaran militer. Dok: Istimewa.

BRUSSELS, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengumumkan tinjauan ulang penyebaran pasukan mereka di Eropa. Ia mengancam akan menahan pembayaran iuran NATO jika sekutu tidak memenuhi komitmen belanja pertahanan.

Hegseth menyampaikan rencana tersebut di hadapan para menteri pertahanan di markas besar NATO, Brussels. Proses tinjauan ulang ini akan berlangsung selama enam bulan dengan melibatkan Kongres Amerika Serikat.

Desakan Kemandirian Militer Eropa

Pemerintah Amerika Serikat ingin memaksa Eropa mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan kawasan mereka sendiri. Selain itu, Hegseth mengecam keras negara sekutu yang tidak mendukung Amerika Serikat selama Perang Iran.

Beberapa sekutu menolak memberikan hak pangkalan udara dan hak lintas terbang untuk operasi militer Amerika Serikat. Oleh karena itu, tinjauan ulang ini akan memastikan jaminan hak pangkalan dan lintas terbang masa depan.

Pemotongan Langsung Kontribusi Pasukan

Langkah pengetatan ini memaksa negara-negara sekutu berjuang keras mengisi kekosongan pasukan siaga darurat mereka. Langkah darurat ini menyusul keputusan Washington memotong kontribusi pasukan bantuan secara cepat.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte membenarkan bahwa pengurangan kontribusi militer Amerika Serikat sudah berjalan saat ini. Rutte menjelaskan bahwa para sekutu harus memaksimalkan kemampuan pertahanan mereka secara mandiri saat krisis pecah.

Tawaran Belgia dan Kekhawatiran Jerman

Beberapa menteri segera menawarkan penambahan kontribusi militer untuk menggantikan peran Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken berjanji akan mengirimkan jet tempur F-16 dan drone pengintai tambahan.

Baca Juga :  Parkir Makan Jalan, Minibus Hantam Truk Elpiji di Kulon Progo: Satu Orang Dilarikan ke RS

Namun, pengisian kekosongan sistem persenjataan jarak jauh membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memperingatkan bahaya munculnya celah pertahanan udara yang kritis di Eropa. Ia mendesak adanya solusi sementara sebelum Amerika Serikat benar-benar menarik seluruh armada militer mereka.

Detail Penyusutan Armada Tempur AS

Pihak militer membocorkan data bahwa Amerika Serikat memangkas sepertiga jumlah jet tempur F-15 menjadi 99 unit. Selain itu, mereka memotong setengah jumlah drone pengintai Reaper hingga hanya menyisakan 12 unit saja.

Pengurangan masif ini meliputi pesawat pengisi bahan bakar udara, jet tempur, drone, hingga kapal perang utama. Pada akhirnya, para pemimpin bersiap membahas keretakan visi pertahanan ini pada KTT Ankara bulan depan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru