Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Frans Antony anak buah Fredy Pratama digiring ke Bareskrim Polri usai penangkapan dari Malaysia. Posnews/Ist)

Frans Antony anak buah Fredy Pratama digiring ke Bareskrim Polri usai penangkapan dari Malaysia. Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri kembali memukul jaringan narkoba internasional yang dikendalikan buronan kakap Fredy Pratama.

Kali ini, polisi menangkap Frans Antony, sosok yang diduga menjadi pengendali keuangan sekaligus orang kepercayaan Fredy Pratama.

Setelah menjalani proses penangkapan di Malaysia, aparat langsung menerbangkan Frans Antony ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan Frans memiliki peran penting dalam operasional jaringan narkoba Fredy Pratama.

“Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama,” kata Eko.

Orang Dekat Fredy Pratama Sejak SMA

Penyidik mengungkap Frans Antony bukan orang baru dalam lingkaran Fredy Pratama. Keduanya diketahui berteman sejak duduk di bangku SMA di Kalimantan Selatan.

Menurut Eko, hubungan dekat tersebut membuat Frans dipercaya mengatur aliran dana bisnis narkoba yang selama ini dijalankan jaringan Fredy.

Baca Juga :  Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi

“Frans merupakan orang terdekat Fredy Pratama dan pernah satu SMA di Kalimantan Selatan. Fredy memulai jaringan narkobanya dari Malang, Jawa Timur,” ujarnya.

Karena itu, penangkapan Frans dinilai menjadi langkah strategis untuk membongkar struktur keuangan kartel narkoba yang selama ini beroperasi secara tertutup.

Langsung Diperiksa di Bareskrim

Setibanya di Indonesia, penyidik langsung membawa Frans Antony ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sementara itu, Bareskrim masih mendalami kronologi penangkapan, aliran dana, serta peran rinci Frans dalam jaringan Fredy Pratama.

Polisi berjanji akan membeberkan hasil pengembangan kasus dalam konferensi pers.

Meski berhasil menangkap tangan kanan Fredy, Polri masih memburu keberadaan sang gembong narkoba yang hingga kini masuk daftar buronan internasional.

Fredy Pratama dikenal sebagai pengendali jaringan peredaran narkoba raksasa yang diduga bertanggung jawab atas distribusi 10,2 ton sabu di Indonesia.

Pria yang dijuluki “The Secret” dan “The Cassanova” itu disebut memulai bisnis haramnya sejak 2009.

Selain mengendalikan perdagangan sabu, Fredy juga diduga menjadi importir utama yaba, narkotika berbentuk pil yang berasal dari Thailand.

Operasi Plastik dan Red Notice Interpol

Penyidik mengungkap Fredy beberapa kali mengubah identitas dan penampilannya melalui operasi plastik untuk menghindari pengejaran aparat.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA, Kepala Imigrasi Jakbar Terjaring OTT KPK

Ia juga diketahui menetap di Thailand sejak melarikan diri dari Indonesia pada 2014.

Bahkan, Fredy disebut memiliki hubungan keluarga dengan jaringan narkoba kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) yang meliputi wilayah Myanmar, Laos, Thailand, dan sebagian China.

Polri telah berkoordinasi dengan Interpol untuk memburu Fredy yang telah masuk daftar red notice sejak 2013.

Jaringan di 14 Provinsi, Uang Berputar Triliunan Rupiah

Penyidik mencatat jaringan Fredy Pratama beroperasi di sedikitnya 14 provinsi, mulai dari Sumatera hingga Sulawesi.

Jaringan tersebut mencakup wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Banten, Riau, Lampung, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Polisi memperkirakan perputaran uang dari bisnis narkoba tersebut mencapai puluhan triliun rupiah.

Dengan tertangkapnya Frans Antony, Bareskrim Polri berharap dapat mengungkap jalur pencucian uang, aset, serta jaringan keuangan yang selama ini menopang operasi narkoba Fredy Pratama.

Kini, fokus penyidik tidak hanya memburu Fredy Pratama, tetapi juga membongkar seluruh jaringan yang diduga masih aktif mengendalikan peredaran narkoba lintas negara. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman
Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa
Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol
Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun
Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama
Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi
Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jejak Uang Narkoba Fredy Pratama Terbongkar, Frans Antony Bawa Rp1 Miliar per Pengiriman

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:30 WIB

Polda Metro Periksa Kertas, Tinta hingga Watermark dalam Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Frans Antony Tumbang, Polri Selangkah Lagi Bongkar Kerajaan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

Polda Metro: Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa untuk Pelimpahan ke Jaksa

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

Viral Dikira Begal, Polisi Ungkap Pelajar Tewas Akibat Pengeroyokan Brutal di Grogol

Berita Terbaru

Menjaga kedaulatan demokrasi. Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan hak pertahanan negara dan mendesak persetujuan pembelian senjata baru dari AS. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Presiden Lai Ching-te Tegaskan Pertahanan Taiwan

Jumat, 19 Jun 2026 - 17:19 WIB