Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

SAMARA, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina melancarkan gelombang serangan drone menuju berbagai wilayah Rusia. Aksi ini memicu kebakaran hebat serta menewaskan delapan warga setempat pada Minggu lalu.

Kerusakan Fasilitas Ekonomi dan Target Militer

Gubernur Wilayah Samara Vyacheslav Fedorishchev memberikan keterangan resmi. Ia mengonfirmasi serangan drone Ukraina terhadap gudang logistik Wildberries. Selanjutnya, Fedorishchev memastikan tidak ada korban jiwa di lokasi gudang tersebut. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran langsung menjinakkan kobaran api. Pasukan Ukraina menyasar belasan fasilitas Wildberries sejak pertengahan Juli lalu. Langkah ini bertujuan mengganggu aktivitas ekonomi konsumen di Rusia.

Baca Juga :  Ironi Venezuela: Rodriguez Dorong Reformasi Minyak

Di sisi lain, serangan drone Ukraina juga melanda wilayah Saratov. Gubernur Roman Busargin mengabarkan dua warga tewas akibat hantaman drone. Selain itu, ledakan drone merusak sejumlah infrastruktur sipil di Kota Engels. Pasukan Ukraina turut menggempur kilang minyak Saratov serta pangkalan udara Engels. Kemudian, tim militer Ukraina mengincar depot minyak di wilayah Kaluga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Jiwa dan Balasan Militer Rusia

Pelaksana Tugas Gubernur Udmurtia Olga Abramova melaporkan serangan drone lainnya. Insiden tersebut menewaskan tiga warga serta melukai dua orang lainnya. Sementara itu, gugus tugas wilayah Belgorod mengonfirmasi tiga korban jiwa tambahan. Akibatnya, total korban tewas akibat serangan drone Ukraina mencapai delapan orang. Di samping itu, Gubernur Bashkortostan Radiy Khabirov membalas ancaman tersebut. Pasukan pertahanan udara setempat berhasil menghalau serangan menuju area industri Ufa.

Baca Juga :  Perang Ekonomi: AS Sasar Armada Bayangan Iran

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melancarkan tindakan balasan secara mendadak. Pasukan Rusia menggempur dua kapal kargo militer di Pelabuhan Mykolaiv. Selanjutnya, tembakan rudal Rusia menghantam kapal pembawa pasokan militer di Laut Hitam. Namun, gempuran bom luncur Rusia juga melanda Kota Zaporizhzhia, Ukraina. Gubernur Ivan Fedorov mengonfirmasi satu warga tewas serta 21 orang luka-luka. Oleh sebab itu, kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas serangan udara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB