SAMARA, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Ukraina melancarkan gelombang serangan drone menuju berbagai wilayah Rusia. Aksi ini memicu kebakaran hebat serta menewaskan delapan warga setempat pada Minggu lalu.
Kerusakan Fasilitas Ekonomi dan Target Militer
Gubernur Wilayah Samara Vyacheslav Fedorishchev memberikan keterangan resmi. Ia mengonfirmasi serangan drone Ukraina terhadap gudang logistik Wildberries. Selanjutnya, Fedorishchev memastikan tidak ada korban jiwa di lokasi gudang tersebut. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran langsung menjinakkan kobaran api. Pasukan Ukraina menyasar belasan fasilitas Wildberries sejak pertengahan Juli lalu. Langkah ini bertujuan mengganggu aktivitas ekonomi konsumen di Rusia.
Di sisi lain, serangan drone Ukraina juga melanda wilayah Saratov. Gubernur Roman Busargin mengabarkan dua warga tewas akibat hantaman drone. Selain itu, ledakan drone merusak sejumlah infrastruktur sipil di Kota Engels. Pasukan Ukraina turut menggempur kilang minyak Saratov serta pangkalan udara Engels. Kemudian, tim militer Ukraina mengincar depot minyak di wilayah Kaluga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban Jiwa dan Balasan Militer Rusia
Pelaksana Tugas Gubernur Udmurtia Olga Abramova melaporkan serangan drone lainnya. Insiden tersebut menewaskan tiga warga serta melukai dua orang lainnya. Sementara itu, gugus tugas wilayah Belgorod mengonfirmasi tiga korban jiwa tambahan. Akibatnya, total korban tewas akibat serangan drone Ukraina mencapai delapan orang. Di samping itu, Gubernur Bashkortostan Radiy Khabirov membalas ancaman tersebut. Pasukan pertahanan udara setempat berhasil menghalau serangan menuju area industri Ufa.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia melancarkan tindakan balasan secara mendadak. Pasukan Rusia menggempur dua kapal kargo militer di Pelabuhan Mykolaiv. Selanjutnya, tembakan rudal Rusia menghantam kapal pembawa pasokan militer di Laut Hitam. Namun, gempuran bom luncur Rusia juga melanda Kota Zaporizhzhia, Ukraina. Gubernur Ivan Fedorov mengonfirmasi satu warga tewas serta 21 orang luka-luka. Oleh sebab itu, kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas serangan udara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













