BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda terkapar bersimbah darah di Jalan Pulongandang, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial.
Korban diduga menjadi sasaran aksi begal hingga mengalami luka bacok.
Video yang beredar pada Minggu (28/6/2026) itu memperlihatkan pemuda berkaus putih tergeletak di tepi jalan sambil menahan sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan suara lirih, ia berulang kali meminta pertolongan kepada warga yang melintas.
“Tolong… tolong…” teriak korban.
Mendengar teriakan itu, warga langsung berdatangan. Mereka berusaha menenangkan korban sebelum membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis.
Polisi Selidiki Dugaan Pembegalan
Menanggapi video yang viral, Polres Metro Bekasi memastikan jajarannya langsung bergerak ke lokasi untuk menyelidiki dugaan pembegalan tersebut.
Polisi menyatakan Polsek Cabangbungin telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan bukti guna mengungkap kronologi kejadian.
“Polsek Cabangbungin telah melakukan pengecekan TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami kronologi dan pihak yang terlibat,” tulis akun @humaspolresmetrobekasi.
Polisi memastikan korban telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab luka yang dialami korban dan mengungkap pelaku.
“Kami masih mendalami seluruh fakta agar hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan,” tulis kepolisian.
Polisi Minta Bantuan Warga
Polres Metro Bekasi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut agar segera memberikan informasi kepada penyidik.
Warga dapat melapor melalui Polsek Cabangbungin atau menghubungi Layanan Polisi 110 untuk membantu mempercepat pengungkapan kasus.
Sementara itu, video korban yang bersimbah darah terus menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai motif maupun pelaku sebelum proses penyelidikan selesai dan fakta terungkap. **
Editor : Hadwan












