Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania diamankan BNN setelah diduga membawa 2,6 ton sabu cair di perairan Bengkalis. (Posnews/BNN)

Kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania diamankan BNN setelah diduga membawa 2,6 ton sabu cair di perairan Bengkalis. (Posnews/BNN)

BENGKALIS, POSNEWS.CO.ID – Jalur laut kembali menjadi sasaran sindikat narkotika.

Tim gabungan BNN RI, Bea Cukai, dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) mencegat kapal berbendera Tanzania, MV Ocean Porter, di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau.

Kapal tersebut diduga membawa narkotika jenis methamphetamine atau sabu dalam bentuk cair. Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan sekitar 1,6 ton cairan yang diduga narkotika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan petugas mengamankan kapal tersebut pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

Kapal Diduga Ganti Identitas

Pengungkapan ini semakin menarik perhatian karena kapal tersebut diduga menggunakan identitas berbeda.

Suyudi menjelaskan, MV Ocean Porter sebelumnya menggunakan nama MV Rain Maker. Identitas kapal kemudian berubah menjadi MV Ocean Porter dengan bendera Tanzania.

Setelah dicegat, petugas menarik kapal menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Perubahan identitas kapal kini menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.

Aparat perlu mengungkap asal kapal, jalur pelayaran, tujuan muatan, serta pihak yang berada di balik dugaan pengiriman narkotika tersebut.

Baca Juga :  Darurat! Narkoba Bentuk Cair dan Vape Mengancam Generasi Muda Indonesia

Petugas Kerahkan K9 hingga Narkotest

Pemeriksaan tidak dilakukan secara biasa. Petugas menggunakan sejumlah metode dan perangkat untuk membongkar dugaan muatan terlarang.

Beberapa di antaranya adalah anjing pelacak K9, backscatter, Trunarc, dan narkotest. Hasil pemeriksaan kemudian menemukan cairan yang diduga mengandung methamphetamine.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa sindikat narkoba terus mencari cara untuk menyamarkan barang haram.

Karena itu, aparat harus menggabungkan kemampuan intelijen, teknologi pemeriksaan, dan pengawasan jalur laut.

Temuan Terbaru: Total Diduga 2,6 Ton

Perkembangan terbaru membuat kasus ini semakin besar. Setelah temuan awal sekitar 1,6 ton, pemeriksaan lanjutan dilaporkan menemukan tambahan sekitar 1 ton narkotika cair di dalam tangki air kapal.

Dengan demikian, total barang bukti yang dilaporkan mencapai sekitar 2,6 ton. Temuan tambahan tersebut masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan dan penyidikan aparat.

Narkotika cair itu disebut ditemukan di sejumlah drum dan tangki kapal. Selain narkotika, petugas juga menemukan dugaan muatan ilegal lain berupa rokok polos tanpa pita cukai.

10 Awak Kapal Diamankan

Petugas juga mengamankan 10 awak MV Ocean Porter. Seluruh awak tersebut dilaporkan merupakan warga negara Myanmar.

Baca Juga :  Gratis! Nikmati Jakarta Light Festival & Gegap Gempita Kota Tua untuk HUT Ke-80 RI, Hiburan Artis Top Menanti

Pemeriksaan terhadap mereka menjadi penting untuk mengungkap siapa yang mengendalikan kapal, dari mana muatan berasal, serta siapa pihak yang menunggu narkotika tersebut di tujuan.

Aparat masih mendalami perjalanan kapal dan seluruh muatannya. Karena itu, keterlibatan setiap awak kapal tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan sesuai hukum yang berlaku.

Jalur Laut Jadi Medan Perang Melawan Sindikat

Pengungkapan MV Ocean Porter menjadi peringatan keras bahwa jalur laut masih menjadi salah satu celah yang berusaha dimanfaatkan jaringan narkotika internasional.

Namun, operasi gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polda Kepri menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga.

Informasi intelijen dapat ditindaklanjuti dengan pencegatan, sementara pemeriksaan teknologi membantu membongkar muatan yang disembunyikan.

Kini, tantangan berikutnya bukan sekadar mengamankan kapal. Aparat harus membongkar seluruh jaringan di balik muatan narkotika tersebut.

Dari perubahan identitas kapal, jalur pengiriman, awak kapal, hingga pemilik barang, setiap jejak perlu ditelusuri.

Sebab, 1,6 ton bahkan 2,6 ton narkotika bukan sekadar barang ilegal—jumlah sebesar itu berpotensi merusak kehidupan masyarakat dalam skala luas.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kewaspadaan tanpa henti.

Laut Indonesia harus menjadi jalur perdagangan yang aman, bukan jalan rahasia bagi sindikat narkotika internasional. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim
Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan
Begal di Kalimalang Tuduh Korban Tabrak Adik, Motor Scoopy Dirampas
Demo BEM UI di Bundaran HI Dibayangi Potensi Rusuh, 21 Orang Diamankan
Kasino Batam Digerebek! 197 Orang Diamankan, Uang Rp7,79 Miliar Disita
Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai
Pemuda Bawa 530 Obat Keras Diciduk Brimob di Tanah Abang
Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Kapal Tanzania Dicegat! 2,6 Ton Sabu Cair Dibongkar BNN di Perairan Bengkalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Kasino Terselubung Batam Terbongkar, 9 Tersangka Digiring ke Bareskrim

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Basri Lewaimang Jadi DPO! Bos Planet Batam Diburu, 40 Ribu Ekstasi Beredar Tiap Bulan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Begal di Kalimalang Tuduh Korban Tabrak Adik, Motor Scoopy Dirampas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Demo BEM UI di Bundaran HI Dibayangi Potensi Rusuh, 21 Orang Diamankan

Berita Terbaru

HMD dikabarkan tengah mengembangkan featured phone lipat bernama HMD 2760 Flip 4G, terinspirasi Nokia 2760 Flip. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HMD 2760 Flip 4G Bocor, Ponsel Lipat Nostalgia dengan Android

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:38 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai mendorong pendidikan HAM menjadi pelajaran khusus di sekolah. (Posnews/KemenHAM)

NASIONAL

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Rabu, 19 Agu 2026 - 07:58 WIB