Perjalanan Panjang Polri, Dari Revolusi Kemerdekaan hingga Era Modern

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fakta Sejarah Polri, Institusi Penjaga Keamanan Indonesia Sejak Awal Kemerdekaan. (Posnews/Humas Polri)

Fakta Sejarah Polri, Institusi Penjaga Keamanan Indonesia Sejak Awal Kemerdekaan. (Posnews/Humas Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Indonesia.

Sejak lahir pada awal kemerdekaan hingga memasuki era digital, Polri terus bertransformasi mengikuti dinamika zaman demi memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Perjalanan panjang institusi ini tidak hanya mencerminkan perkembangan sistem keamanan nasional, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lahir Bersamaan dengan Awal Kemerdekaan

Sejarah Polri bermula setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Kala itu, pemerintah membentuk Badan Kepolisian Negara sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dalam negeri di tengah situasi revolusi.

Tonggak penting lahirnya Polri diperingati setiap 1 Juli, ketika pemerintah mengeluarkan Penetapan Pemerintah Tahun 1946 yang menempatkan Jawatan Kepolisian Negara langsung di bawah Perdana Menteri.

Sejak saat itu, 1 Juli diperingati sebagai Hari Bhayangkara, yang menjadi hari jadi Polri.

Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan

Pada masa Revolusi Fisik 1945–1949, anggota kepolisian tidak hanya menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya penjajahan kembali.

Banyak anggota polisi bergabung dalam berbagai pertempuran bersama Tentara Republik Indonesia. Peran tersebut memperkuat posisi Polri sebagai bagian penting dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Baca Juga :  Pigai Soroti Pernyataan Amien Rais ke Prabowo, Singgung Dugaan Pelanggaran HAM

Memasuki era Orde Baru, tepatnya pada 1969, Polri menjadi salah satu unsur Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) bersama TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dalam struktur ABRI, Polri menjalankan fungsi ganda, yaitu menjaga keamanan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas nasional.

Reformasi 1998 Mengubah Wajah Polri

Perubahan besar terjadi setelah Reformasi 1998. Melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 yang kemudian diperkuat dengan Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 dan Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2000, Polri dipisahkan dari ABRI.

Sejak 1 April 1999, Polri resmi berdiri sebagai institusi yang terpisah dari TNI. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam reformasi sektor keamanan dan memperkuat profesionalisme kepolisian.

Peran, tugas, dan kewenangan Polri semakin diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Undang-undang tersebut menegaskan tiga tugas pokok Polri, yaitu:

  • Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
  • Menegakkan hukum.
  • Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga kini, ketiga tugas tersebut menjadi landasan utama seluruh jajaran Polri di Indonesia.

Transformasi Menuju Kepolisian Modern

Dalam beberapa tahun terakhir, Polri terus mempercepat transformasi menuju institusi yang modern, transparan, dan berbasis teknologi.

Berbagai layanan publik kini dapat diakses secara digital, mulai dari pembuatan SKCK, perpanjangan SIM, pengaduan masyarakat, hingga pelayanan berbasis aplikasi.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Sebut Jakarta Selatan dan Timur Diguyur Hujan Ringan

Digitalisasi tersebut bertujuan mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

Polri juga memperkuat kemampuan pemberantasan berbagai bentuk kejahatan modern, seperti kejahatan siber, perdagangan orang, narkotika, tindak pidana ekonomi, korupsi, hingga terorisme.

Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Polri berperan aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Personel kepolisian terlibat dalam penanganan bencana alam, pengamanan pemilu, pengaturan arus mudik Lebaran, pengamanan perayaan hari besar keagamaan, hingga pengamanan berbagai agenda internasional yang digelar di Indonesia.

Di sisi lain, Polri terus mendorong pendekatan humanis melalui program pemolisian masyarakat (community policing), edukasi hukum, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

Tantangan Polri di Era Digital

Memasuki era digital, tantangan Polri semakin kompleks. Selain menjaga keamanan konvensional, institusi ini menghadapi ancaman kejahatan siber, penyebaran hoaks, penipuan daring, perjudian online, perdagangan narkoba lintas negara, hingga tindak pidana perdagangan orang.

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan kerja sama dengan berbagai lembaga menjadi kunci dalam menjaga keamanan nasional.

Saat ini Polri mengusung konsep Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, sebagai arah transformasi kelembagaan.

Konsep tersebut menitikberatkan pada pelayanan yang cepat, penegakan hukum yang profesional, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Polri terus memperkuat profesionalisme, memodernisasi pelayanan, serta menjaga keamanan dan menegakkan hukum untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya
Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab
Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September
Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung
Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa
Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi
Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha
BEM UI Demo di Bundaran HI, Polisi Ingatkan Massa Jaga Kepentingan Warga

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa

Berita Terbaru

Xiaomi resmi meluncurkan Mijia Refrigerator Pro 600L Cross-Door Automatic Ice Maker di Tiongkok. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Rilis Kulkas Mijia Pro 600L dengan Ice Maker

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:07 WIB

Ugreen resmi mengumumkan penjualan charger Nexode Pro 100W four-port GaN di pasar Inggris, dilengkapi layar TFT dan dukungan pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ugreen Rilis Charger Nexode Pro 100W Four-Port GaN

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:54 WIB

Samsung dikabarkan bakal semakin agresif di pasar hape layar lipat tahun depan, dengan rencana menghadirkan lima model foldable sekaligus pada 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Dikabarkan Rilis Lima Hape Layar Lipat Sekaligus

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:48 WIB

HMD dikabarkan tengah mengembangkan featured phone lipat bernama HMD 2760 Flip 4G, terinspirasi Nokia 2760 Flip. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HMD 2760 Flip 4G Bocor, Ponsel Lipat Nostalgia dengan Android

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:38 WIB