Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto. Posnews/Humas PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto. Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi mendalami keberadaan 21 orang yang diamankan menjelang aksi unjuk rasa di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan mereka bukan mahasiswa yang hendak menyampaikan aspirasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi masih menelusuri tujuan mereka membawa sejumlah benda yang berpotensi memicu kericuhan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 21 orang ini setelah didalami bukan merupakan dari mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Polisi Sita 12 Petasan dan 6 Botol Kaca

Dari pemeriksaan, polisi mengamankan 12 petasan, enam botol kaca yang diduga disiapkan untuk bom molotov, serta flare.

Polisi belum menyimpulkan sasaran benda-benda tersebut. Penyidik masih menggali apakah barang itu ditujukan kepada petugas, peserta aksi, atau masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Barat Latih Pengurus Masjid Jadi Ahli Pemulasaran Jenazah

“Tujuannya kepada petugas pengamanan, peserta aksi, atau masyarakat sekitar masih kami dalami,” ujar Budi.

Karena itu, polisi tidak ingin langsung mengaitkan 21 orang tersebut dengan kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Polisi: Jangan Rusak Hak Warga Menyampaikan Aspirasi

Budi menegaskan, aksi unjuk rasa merupakan bagian dari penyampaian pendapat di muka umum yang dilindungi hukum.

Namun, keberadaan orang yang membawa benda berbahaya berpotensi merusak tujuan aksi dan membahayakan banyak pihak.

“Apabila ini terjadi, aksi atau susupan dari orang-orang yang membawa barang tadi dapat mencederai penyampaian pendapat yang sudah dilindungi undang-undang,” kata Budi.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya membahayakan aparat. Peserta demonstrasi dan warga yang berada di sekitar lokasi juga bisa menjadi korban.

Karena itu, polisi meminta massa memisahkan aksi penyampaian aspirasi dari tindakan provokasi dan kekerasan.

Baca Juga :  Politik Pangan: Mengapa Negara Terobsesi Swasembada Beras?

9.242 Personel Disiagakan

Polda Metro Jaya bersama unsur terkait mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan situasi Jakarta.

Personel tersebut disiapkan untuk mengawal 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Polisi menyatakan pengamanan bertujuan menjaga aksi tetap tertib sekaligus melindungi masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, aparat mengimbau peserta aksi mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak membawa benda yang dapat membahayakan orang lain.

BEM UI Gelar Aksi #MerebutKemerdekaan

Pada hari yang sama, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Ketua BEM UI Yatalatof Imawan sebelumnya menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi ruang mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka soroti.

Dengan kondisi tersebut, pengamanan dan pengawalan menjadi penting agar perbedaan pandangan tetap berlangsung dalam koridor damai. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur
Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara
Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!
Sosok Irjen Pasma Royce, Polisi Tegas Kini Dipercaya Memimpin Polda Bali

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:13 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:10 WIB

Donald Trump memindahkan pesawat pembom B-1 dari Inggris usai mendeteksi ancaman keamanan yang berkaitan dengan pihak Iran. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Trump Mengonfirmasi Pemindahan Jet Pembom B-1 dari Inggris

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:44 WIB

Rusia mengarantina rumah sakit di Siberia setelah peneliti lembaga riset pes meninggal karena pneumonia dari penyebab tak dikenal. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Otoritas Rusia Mengarantina Rumah Sakit Siberia

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:07 WIB

Nacon meluncurkan pengontrol Revolution 5 Unlimited berlayar internal dan berstik TMR anti-drift untuk PS5 dan PC. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nacon Merilis Pengontrol Nirkabel Revolution 5 Unlimited

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:26 WIB