BEM UI Demo di Bundaran HI, Polisi Ingatkan Massa Jaga Kepentingan Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi BEM UI bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Bundaran HI Jakarta.(Posnews/Ist)

Aksi BEM UI bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Bundaran HI Jakarta.(Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebebasan menyampaikan pendapat kembali diuji di jalanan Jakarta. Polda Metro Jaya meminta massa aksi tidak menjadikan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebagai titik unjuk rasa, Selasa (18/8/2026).

Polisi menilai kawasan Bundaran HI, Sudirman, Semanggi, hingga Patung Kuda memiliki peran penting bagi aktivitas warga. Kawasan tersebut menjadi pusat bisnis, perhotelan, transportasi, dan kegiatan masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyampaian aspirasi tetap menjadi hak masyarakat. Namun, massa juga harus mempertimbangkan kepentingan warga lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œKita harus membangun empati. Kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakat juga hal yang penting,” kata Budi.

Polisi Siapkan Lokasi Alternatif

Karena itu, polisi meminta peserta aksi menggunakan lokasi yang telah disiapkan.

Massa yang ingin menyampaikan aspirasi kepada DPR dapat menggunakan kawasan kompleks DPR RI.

Sementara itu, massa yang hendak menyampaikan aspirasi kepada pemerintah di sekitar Istana dapat menggunakan Silang Selatan Monas.

Baca Juga :  Ledakan Bom Diduga Sisa PD II Guncang Biak Numfor, Lima Orang Tewas

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya juga memastikan personel akan mengawal setiap aksi yang telah diberitahukan kepada kepolisian.

Dengan demikian, polisi tidak mempersoalkan kritik. Yang menjadi perhatian adalah lokasi, keamanan, dan dampak aksi terhadap masyarakat.

9.242 Personel Dikerahkan

Untuk mengantisipasi berbagai kegiatan pada Selasa (18/8), Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan.

Personel tersebut disiapkan untuk mengamankan 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Pengamanan dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan aktivitas warga tetap berjalan.

BEM UI Bawa Isu Keadilan

Pada hari yang sama, BEM Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI.

Ketua BEM UI Yatalatof Imawan mengatakan mahasiswa tidak sekadar memperingati kemerdekaan. Mereka ingin mempertanyakan sejauh mana masyarakat merasakan kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan.

BEM UI juga meminta maaf kepada warga Jakarta yang terdampak kemacetan akibat aksi tersebut.

Namun, mahasiswa menilai persoalan seperti lapangan kerja dan keadilan membutuhkan perhatian lebih serius.

Baca Juga :  Usia Pensiun Polri Naik, Wamenkum Jelaskan Isi Revisi UU Polri

Delapan Tuntutan BEM UI

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan:

  1. Menghentikan penjajahan negara terhadap rakyat.
  2. Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Mengevaluasi PSN serta menghentikan MBG dan KDMP.
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan mengembalikan otonomi daerah.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan.
  8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Kebebasan Harus Berjalan Bersama Tanggung Jawab

Demonstrasi merupakan bagian dari demokrasi. Masyarakat berhak menyampaikan kritik dan pemerintah berkewajiban mendengarkannya.

Namun, kebebasan juga membutuhkan tanggung jawab. Massa perlu menjaga ketertiban, sedangkan aparat harus mengawal aksi secara profesional dan proporsional.

Aspirasi boleh keras, tetapi jangan sampai hak warga lain ikut terampas.

Jakarta tetap harus bergerak. Pedagang harus bisa bekerja, pekerja harus bisa pulang, transportasi harus tetap berjalan, dan mahasiswa tetap bisa menyampaikan kritik.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat menuntut keberanian menyampaikan pendapat sekaligus menjaga ruang bersama agar tetap aman dan menghormati semua orang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha
Sosok Kombes Jerrold Kumontoy, Kapolresta Balikpapan yang Jadi Danup di Istana
KPK Awasi Bantuan Gempa NTT, Warga Diminta Laporkan Dugaan Penyalahgunaan
BEM UI Gelar Aksi Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan
Kolonel Priyo Handoyo: Jejak Prajurit Infanteri hingga Komandan Upacara HUT RI
Malam Merdeka Tetap Digelar, Kembang Api Ditunda untuk Hormati Korban Gempa
Menkum Temui Mualem, Otsus Aceh Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Kapolri Sigit: Kemerdekaan Harus Menghadirkan Rasa Aman dan Kesejahteraan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:46 WIB

BEM UI Demo di Bundaran HI, Polisi Ingatkan Massa Jaga Kepentingan Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:47 WIB

KPK Awasi Bantuan Gempa NTT, Warga Diminta Laporkan Dugaan Penyalahgunaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:40 WIB

BEM UI Gelar Aksi Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Kolonel Priyo Handoyo: Jejak Prajurit Infanteri hingga Komandan Upacara HUT RI

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump memerintahkan Pentagon mengurangi skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Trump Perintahkan Pentagon Kurangi Latihan Militer

Selasa, 18 Agu 2026 - 11:18 WIB