Kasus Febrie Memanas, Mensesneg Minta Hotman Paris Tak Seret Nama Prabowo

Senin, 20 Juli 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.(Posnews/Setpres)

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.(Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mensesneg Prasetyo Hadi langsung merespons pernyataan Hotman Paris Hutapea yang membawa nama Presiden Prabowo Subianto saat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Prasetyo meminta Hotman tidak menyeret nama Presiden Prabowo dalam perkara hukum yang kini menjerat Febrie.

Menurutnya, kasus tersebut harus berjalan sesuai mekanisme hukum tanpa dikaitkan dengan Presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, itu kan kita kembalikan ke proses hukum ya. Jangan dikait-kaitkan juga dengan Bapak Presiden,” kata Prasetyo usai rapat bersama Pimpinan DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prasetyo menegaskan, aparat penegak hukum dapat menjalankan proses pemeriksaan sesuai aturan. Ia juga menepis anggapan bahwa pemeriksaan terhadap pejabat harus lebih dulu mendapat izin Presiden.

“Sepenuhnya kita kembalikan ke mekanisme hukum yang berlaku. Saya rasa tidak ada juga hanya pada saat masih proses pemeriksaan harus seizin Presiden,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 13 Juli 2026, BMKG Prediksi Berawan dan Suhu 34°C

Hotman Paris Klaim Pernah Jadi Pengacara Prabowo

Sebelumnya, Hotman Paris menyebut perkara yang menjerat Febrie sebagai kriminalisasi. Ia bahkan mengaku tidak membela Febrie demi bayaran.

Hotman menyampaikan pernyataan itu saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026) malam.

“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya, mahal. Saya bayarannya supermahal di Indonesia,” kata Hotman.

Dalam kesempatan itu, Hotman juga membawa nama Prabowo. Ia mengaku telah menjadi pengacara Prabowo selama 25 tahun.

Ia menyebut pernah menangani berbagai perkara besar Prabowo dan keluarganya.

Hotman mengklaim pernah memberikan bantuan hukum kepada Prabowo tanpa bayaran saat menjabat Menteri Pertahanan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar Parah hingga 70 Persen

Berbekal kedekatan itu, ia kemudian menyebut Febrie sebagai pejabat yang pernah menjadi kebanggaan Presiden Prabowo.

Ia mengeklaim Febrie ikut berperan dalam pengembalian aset negara dengan nilai fantastis.

“Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp300 triliun. Total Rp430 triliun kembali ke negara,” ujar Hotman.

Hotman mempertanyakan penetapan Febrie sebagai tersangka karena menilai mantan Jampidsus itu sebelumnya memiliki catatan prestasi dalam penyelamatan aset negara.

Febrie Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Febrie kini berstatus tersangka dugaan korupsi dan TPPU dalam perkara yang berkaitan dengan PT Asabri.

Polri sebelumnya menangani perkara tersebut sebelum melimpahkannya kepada Kejaksaan Agung.

Kini, proses hukum terhadap Febrie berjalan di Kejagung. Pemerintah menegaskan perkara tersebut harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak dikaitkan dengan Presiden. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape
Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran
25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak
Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta
Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Izin Tambang Emas PT KEL di Nabire Dicabut, Satgas Temukan Pelanggaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:27 WIB

25.338 Titik Panas Terdeteksi di Enam Provinsi, Kalteng Terbanyak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Sengketa Lahan Summarecon Berujung Dugaan Suap, KPK Telusuri Uang Rp800 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi

Berita Terbaru

Pemerintah Jepang mematikan sementara situs web kementerian dan bisnis utama akibat kerentanan bahasa PHP yang terdeteksi AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

PHP Memaksa Penutupan Darurat Layanan Web Jepang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 04:23 WIB

Attack Shark resmi merilis mouse gaming R5 Turbo dari bahan carbon fiber berbobot 43 gram dengan sensor PixArt 60.000 DPI dan polling rate 8.000 Hz. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Attack Shark Rilis Mouse Gaming Carbon Fiber R5 Turbo

Jumat, 23 Okt 2026 - 15:58 WIB

Nintendo meluncurkan revisi Switch 2 di Eropa dengan baterai mudah lepas. Simak pembongkaran komponen layar LCD, motherboard, dan RAM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Rilis Switch 2 di Eropa dengan Baterai Mudah Lepas

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:56 WIB