Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketidakpastian ekonomi di Tokyo. Perdana Menteri Sanae Takaichi memegang kendali penuh kebijakan pajak menyusul kegagalan konsensus parlemen. Dok: Istimewa.

Ketidakpastian ekonomi di Tokyo. Perdana Menteri Sanae Takaichi memegang kendali penuh kebijakan pajak menyusul kegagalan konsensus parlemen. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Partai penguasa dan oposisi Jepang gagal menyepakati pemotongan pajak.

Mereka menyerah untuk menyatukan pandangan tentang pajak konsumsi makanan.

Oleh karena itu, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengambil keputusan akhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, dewan lintas partai akan merilis laporan akhir bulan ini.

Laporan tersebut memuat rencana pemotongan tarif pajak makanan.

Pemerintah ingin menurunkan pajak dari delapan persen menjadi satu persen.

Kebijakan penurunan pajak ini akan berlaku mulai April 2027.

Opsi Alternatif Bantuan Tunai bagi Warga

Sementara itu, partai oposisi menawarkan program bantuan tunai langsung.

Baca Juga :  Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah

Pemberian bantuan tunai ini bertujuan menggantikan pemotongan pajak.

Stalemate ini memaksa pemerintah menetapkan tenggat waktu baru.

Kabinet Takaichi akan memutuskan kebijakan pajak pada awal Agustus nanti.

Bahkan, kabinet siap menyetujui draf kebijakan ekonomi hari Selasa.

Kebijakan ini menjadi cetak biru ekonomi pertama kepemimpinan Takaichi.

Sebelumnya, ketua kebijakan pajak Itsunori Onodera membagikan rincian proposal.

Onodera mengusulkan penurunan pajak makanan menjadi satu persen.

Siasat Jalan Tengah Hambatan Kasir Toko

Padahal, LDP berjanji menghapus seluruh pajak makanan saat kampanye.

Penghapusan pajak secara total ternyata membutuhkan waktu penyesuaian sistem.

Baca Juga :  Roket Hezbollah dan Serangan Udara Israel Kembali Guncang

Pemilik toko memerlukan waktu lama untuk memperbarui mesin kasir.

Maka, Onodera menawarkan jalan tengah berupa tarif satu persen.

Pemerintah juga akan membagikan bantuan tunai 600 miliar yen.

Bantuan ini membuat beban masyarakat menjadi efektif nol persen.

Rencananya, penyaluran dana subsidi akan berjalan mulai musim gugur depan.

Penolakan Keras dari Barisan Oposisi

Namun, rencana Onodera gagal mendapatkan restu dari kubu oposisi.

Partai Demokrat untuk Rakyat menolak skema pemotongan pajak tersebut.

Team Mirai juga menyuarakan penolakan keras terhadap program pemerintah.

Alhasil, pembahasan intensif selama beberapa bulan resmi berakhir buntu.

Kini, publik Jepang menanti keberanian keputusan Perdana Menteri Takaichi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang Total

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Berita Terbaru

Langkah baru sang tentara bayaran. Ryan Reynolds membidik berbagai kisah klasik dari komik orisinal untuk petualangan Deadpool berikutnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Jul 2026 - 12:32 WIB

Ambisi menguasai pasar yang terhalang hukum. Hakim federal menghentikan sementara proses akuisisi raksasa Paramount terhadap Warner Bros akibat kekhawatiran monopoli. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:29 WIB