MANILA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio melontarkan peringatan keras hari Rabu.
Ancaman Preseden Buruk di Selat Hormuz
Rubio membuka pertemuan tahunan bersama para menteri ASEAN di Manila. Ia menyoroti tuntutan Iran yang ingin menguasai Selat Hormuz.
Iran menuntut pemungutan tarif terhadap seluruh kapal yang melintas. Rubio menilai tindakan sepihak tersebut menciptakan preseden yang sangat berbahaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara lain berpotensi meniru aksi intimidasi Iran di kawasan Asia. “Kami berdiri bersama ASEAN seratus persen,” tegas Rubio.
Ia menepis kekhawatiran publik mengenai pemindahan fokus militer Amerika Serikat.
Konsolidasi Aliansi Quad di Kawasan Pasifik
Selanjutnya, Rubio memimpin pertemuan tingkat menteri aliansi Quad. Aliansi ini menghimpun Amerika Serikat, Australia, India, dan Jepang.
Para pejabat membahas isu pengembangan teknologi dan bantuan kemanusiaan. Mereka juga memperkuat kerja sama pengamanan kawasan laut.
Konsorsium Quad merilis pernyataan bersama mengenai stabilitas Indo-Pasifik. Langkah taktis ini bertujuan menekan agresivitas militer China di Laut China Selatan.
Pemerintahan Donald Trump terus mengkritik aksi sepihak pihak Beijing. Filipina dan beberapa negara anggota ASEAN menghadapi klaim wilayah dari China.
Perundingan Dagang Amerika Serikat dan India
Di sisi lain, Rubio menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu India Subrahmanyam Jaishankar. Kedua diplomat membahas eskalasi perang Iran dan keamanan regional.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott memberikan penjelasan resmi. Pigott menyebut kedua pihak merampungkan kesepakatan dagang interim.
Perjanjian baru ini akan memangkas tarif impor produk India milik Donald Trump. Terakhir, Rubio menjadwalkan pertemuan khusus bersama Menlu China Wang Yi.
Petugas memperketat pengamanan di kompleks konvensi Teluk Manila.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













