Marco Rubio di Manila: Ancaman Tarif Iran di Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah taktis diplomasi Amerika Serikat di Manila. Menlu Marco Rubio memperingatkan ancaman Iran di Selat Hormuz serta menegaskan dukungan penuh bagi ASEAN dan aliansi Quad. Dok: Istimewa.

Langkah taktis diplomasi Amerika Serikat di Manila. Menlu Marco Rubio memperingatkan ancaman Iran di Selat Hormuz serta menegaskan dukungan penuh bagi ASEAN dan aliansi Quad. Dok: Istimewa.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio melontarkan peringatan keras hari Rabu.

Ancaman Preseden Buruk di Selat Hormuz

Rubio membuka pertemuan tahunan bersama para menteri ASEAN di Manila. Ia menyoroti tuntutan Iran yang ingin menguasai Selat Hormuz.

Iran menuntut pemungutan tarif terhadap seluruh kapal yang melintas. Rubio menilai tindakan sepihak tersebut menciptakan preseden yang sangat berbahaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara lain berpotensi meniru aksi intimidasi Iran di kawasan Asia. “Kami berdiri bersama ASEAN seratus persen,” tegas Rubio.

Baca Juga :  Utilitas Marjinal dan Paradoks Air-Berlian

Ia menepis kekhawatiran publik mengenai pemindahan fokus militer Amerika Serikat.

Konsolidasi Aliansi Quad di Kawasan Pasifik

Selanjutnya, Rubio memimpin pertemuan tingkat menteri aliansi Quad. Aliansi ini menghimpun Amerika Serikat, Australia, India, dan Jepang.

Para pejabat membahas isu pengembangan teknologi dan bantuan kemanusiaan. Mereka juga memperkuat kerja sama pengamanan kawasan laut.

Konsorsium Quad merilis pernyataan bersama mengenai stabilitas Indo-Pasifik. Langkah taktis ini bertujuan menekan agresivitas militer China di Laut China Selatan.

Pemerintahan Donald Trump terus mengkritik aksi sepihak pihak Beijing. Filipina dan beberapa negara anggota ASEAN menghadapi klaim wilayah dari China.

Baca Juga :  Harta Karun Laut Dalam: Obat Super Baru atau Bencana Ekologis?

Perundingan Dagang Amerika Serikat dan India

Di sisi lain, Rubio menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu India Subrahmanyam Jaishankar. Kedua diplomat membahas eskalasi perang Iran dan keamanan regional.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott memberikan penjelasan resmi. Pigott menyebut kedua pihak merampungkan kesepakatan dagang interim.

Perjanjian baru ini akan memangkas tarif impor produk India milik Donald Trump. Terakhir, Rubio menjadwalkan pertemuan khusus bersama Menlu China Wang Yi.

Petugas memperketat pengamanan di kompleks konvensi Teluk Manila.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta H. Tri Waluyo SH. (Posnews/MR)

JABODETABEK

Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:35 WIB