BNN Musnahkan 3,37 Ton Narkoba, Pesan Kuat untuk Menjaga Generasi Muda

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNN RI memusnahkan 3,37 ton narkoba sebagai langkah tegas melindungi generasi bangsa dari ancaman peredaran narkotika. (Posnews/BNN)

BNN RI memusnahkan 3,37 ton narkoba sebagai langkah tegas melindungi generasi bangsa dari ancaman peredaran narkotika. (Posnews/BNN)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika.

Sebanyak 3.373.558,27 gram atau lebih dari 3,37 ton narkotika dimusnahkan dalam momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Pemusnahan itu berlangsung di Bogor, Kamis (23/7/2026). Selain narkotika dalam bentuk padat, petugas juga memusnahkan 2.640 mililiter cairan yang berasal dari hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Aswin Sipayung mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut menjadi bukti bahwa negara tidak berhenti bergerak untuk memutus rantai peredaran narkoba.

“Total keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini adalah 3.373.558,27 gram dan 2.640 mililiter,” kata Aswin saat membacakan sambutan Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto, Kamis (23/7/2026).

Lebih dari 3 Ton Ganja Thailand Berakhir Dimusnahkan

Bunga ganja asal Thailand menjadi barang bukti terbesar dalam pemusnahan tersebut.

BNN mengamankan bunga ganja dengan berat kotor 3.370.000 gram atau 3,37 ton. Setelah melalui pemeriksaan, berat bersih barang bukti mencapai 3.097.081,2 gram.

Baca Juga :  Mardiono Resmi Jadi Ketua Umum PPP 2025–2030, Dualisme Partai Resmi Berakhir

Petugas kemudian menyisihkan 9.396 gram untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium. Dengan demikian, sebanyak 3.087.685,2 gram bunga ganja dimusnahkan.

Selain itu, BNN memusnahkan 8.872,08 gram sabu, 2.996 gram hasis, 860 mililiter cairan prekursor, dan 1,4 gram metamfetamin.

Sebelum pemusnahan, sebagian barang bukti disisihkan untuk kebutuhan pembuktian perkara, uji laboratorium, dan kepentingan penyidikan.

Selanjutnya, sisa barang bukti dimusnahkan sesuai prosedur hukum.

Lima Kasus Jadi Sumber Barang Bukti

Barang bukti tersebut berasal dari lima kasus narkotika yang berhasil diungkap BNN.

Pengungkapan pertama menyasar jaringan internasional warga negara Rusia di Bandara Soekarno-Hatta.

Kemudian, petugas membongkar laboratorium gelap narkotika di Kota Padang setelah menerima informasi dari masyarakat.

BNN menindaklanjuti laporan mengenai dugaan peredaran narkotika di kawasan Jalan Bukit Ngalau Indarung.

Kasus berikutnya berupa penyelundupan bunga ganja asal Thailand ke Gresik, Jawa Timur. Petugas menemukan narkotika yang disembunyikan di dalam ratusan koper dan matras lateks.

BNN juga membongkar penyelundupan sabu melalui jalur laut dari Batam menuju Jakarta.

Pengiriman tersebut menggunakan KM Kelud dan terdeteksi di Terminal Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Juga :  Dua Brimob Yon C Nabire Tewas Ditembak KKB Aibon Kogoya, Senjata Dirampas

Sementara itu, pengungkapan kelima menyasar jaringan peredaran sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Petugas menemukan barang bukti yang disembunyikan di dalam kendaraan.

Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Kepedulian

Aswin menegaskan, pemusnahan narkotika tidak hanya menjadi simbol keberhasilan penindakan.

Langkah tersebut juga menjadi pesan kuat bahwa setiap upaya merusak masa depan generasi bangsa akan terus dilawan.

Namun, pemberantasan narkoba tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat.

Karena itu, BNN mengajak seluruh elemen bangsa untuk aktif mencegah dan melaporkan setiap dugaan peredaran narkotika.

“Diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing,” kata Aswin.

Masyarakat dapat melaporkan dugaan tindak pidana narkotika melalui call center BNN 184.

Pada akhirnya, setiap kilogram narkotika yang dimusnahkan bukan sekadar angka.

Di baliknya ada upaya untuk menyelamatkan keluarga, menjaga anak-anak, dan melindungi masa depan generasi Indonesia.

Karena itu, perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat. Kepedulian masyarakat hari ini menjadi perlindungan bagi generasi Indonesia di masa depan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aduan Warga Berujung Razia Kalibata City, 45 WNA Jalani Pemeriksaan Imigrasi
Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Berita Terbaru

PM Jepang Sanae Takaichi memasuki tahun kedua kepemimpinan di tengah penurunan popularitas publik dan tantangan faksi internal LDP. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal

Jumat, 23 Okt 2026 - 06:16 WIB