Mangkir Lagi, Febrie Adriansyah Terancam Dijemput Paksa Kejagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung mengancam melakukan upaya paksa terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah jika kembali mangkir dari pemeriksaan. (Posnews/Humas Kejagung)

Kejagung mengancam melakukan upaya paksa terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah jika kembali mangkir dari pemeriksaan. (Posnews/Humas Kejagung)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang melakukan upaya paksa terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Langkah tegas itu akan ditempuh jika Febrie kembali mengabaikan panggilan pemeriksaan penyidik pada Jumat (24/7/2026).

Febrie sebelumnya tidak memenuhi panggilan pertama pada Rabu (22/7/2026). Ia menyampaikan alasan kesehatan kepada penyidik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung Rudi Margono mengatakan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap Febrie.

β€œYang pertama tidak hadir, kemudian pada hari ini yang bersangkutan kami panggil kembali,” kata Rudi di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Kejagung Siapkan Upaya Paksa

Rudi menegaskan penyidik dapat mengambil langkah lebih tegas jika Febrie kembali tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  KPK Bongkar Skandal Proyek Kereta Cepat Whoosh, Tanah Negara Dijual ke Negara Sendiri

Menurutnya, penyidik dapat menghadirkan saksi melalui upaya paksa dengan bantuan pejabat yang berwenang sesuai ketentuan hukum acara pidana.

β€œJika memang tidak hadir sesuai Pasal 28 KUHAP, penyidik dengan bantuan pejabat yang berwenang bisa menghadirkan dengan upaya paksa,” tegas Rudi.

Dengan demikian, Kejagung memastikan penyidikan perkara yang menyeret mantan Jampidsus tersebut tetap berjalan.

Febrie dan Don Ritto Jadi Tersangka

Febrie Adriansyah dan Don Ritto sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya menangani perkara tersebut.

Namun, penyidik kemudian melimpahkan penanganan perkara beserta barang bukti kepada Kejagung.

Setelah menerima pelimpahan tersebut, Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk mengusut dugaan korupsi dan TPPU yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Salah satu sprindik terbaru diterbitkan khusus untuk penyidikan dugaan TPPU.

Baca Juga :  Kapolsek Kendal Digerebek Masuk Rumah Janda, Dinonaktifkan dan Diperiksa Propam

Emas 74 Kilogram dan Uang Rp476 Miliar Disita

Polisi sebelumnya menggeledah sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perkara tersebut. Salah satunya rumah Febrie di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita emas seberat 74 kilogram serta uang dalam pecahan dolar Singapura, dolar Amerika Serikat, dan rupiah.

Total nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp476 miliar.

Di sisi lain, kuasa hukum Don Ritto menyebut rumah tersebut telah digunakan sebagai lokasi operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.

Namun, penyidik masih mendalami asal-usul emas, uang, serta aset lain yang berkaitan dengan perkara dugaan TPPU tersebut.

Kini, pemeriksaan Febrie menjadi bagian penting dalam upaya penyidik mengungkap aliran dana dan kepemilikan aset dalam perkara tersebut.

Jika kembali mangkir, Kejagung telah membuka opsi menghadirkannya melalui upaya paksa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus TPPU Rp476 Miliar, Kejagung Kembali Periksa Febrie Adriansyah
BNN Ubah Petani Ganja Jadi Petani Kopi, Putus Rantai Narkoba dari Hulu
KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri
Kasus Whip Pink Bergulir, Bareskrim Tahan Dua Bos Pabrik Gas N2O
Ancaman Narkoba Baru Mengintai, Prabowo Buka Opsi Pelarangan Total Vape
Suyudi Ario Seto: Generasi Sehat Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045
Mediasi Polri dan Kemnaker Berhasil, 134 Mantan Pekerja Terima Pesangon
Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Belum Berakhir

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:12 WIB

Mangkir Lagi, Febrie Adriansyah Terancam Dijemput Paksa Kejagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:52 WIB

Kasus TPPU Rp476 Miliar, Kejagung Kembali Periksa Febrie Adriansyah

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:11 WIB

BNN Ubah Petani Ganja Jadi Petani Kopi, Putus Rantai Narkoba dari Hulu

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:43 WIB

KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Semua Pihak Diminta Tahan Diri

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:17 WIB

Kasus Whip Pink Bergulir, Bareskrim Tahan Dua Bos Pabrik Gas N2O

Berita Terbaru

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Jul 2026 - 14:22 WIB

Gelombang protes pemuda di New Delhi. Ribuan demonstran gerakan CJP bentrok dengan polisi demi menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Pemuda Bentrok dengan Polisi di New Delhi Desak Menteri

Jumat, 24 Jul 2026 - 11:11 WIB