Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, tersangka di borgol polisi. (Posnews/Net)

Ilustrasi, tersangka di borgol polisi. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Enam bulan menjadi buronan, bandar besar narkoba yang diduga mengendalikan peredaran ekstasi di Rokan Hilir (Rohil), Riau, akhirnya dibekuk.

Haradongan Simanjuntak tak berkutik saat polisi menghentikan mobil Toyota Harrier yang dikendarainya di Jalan Lintas Sumatera.

Tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Haradongan di depan Kampus IPDN, Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haradongan sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 9 Maret 2026.

Polisi memburunya setelah namanya mencuat dalam pengembangan kasus peredaran narkoba yang menjerat Muhammad Azmi pada 23 Februari 2026.

Dari tangan Azmi, penyidik menyita 394,5 butir ekstasi dan 39 butir Happy Five. Dalam pemeriksaan, Azmi mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Haradongan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut Haradongan bukan pemain kecil.

Baca Juga :  Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Polisi menduga dia merupakan salah satu bandar besar yang mengendalikan jaringan peredaran narkoba di wilayah Rohil.

β€œBandar tersebut dikenal sebagai bandar besar di Rohil. Yang bersangkutan akan kita proses TPPU-nya,” kata Eko dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Bandar Besar Rohil Terhubung Jaringan Medan

Dalam menjalankan bisnis haramnya, Haradongan diduga memiliki jaringan yang tersusun rapi.

Polisi mengungkap, dia memperoleh pasokan narkotika dari seseorang bernama Dadang yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara.

Transaksi tersebut dilakukan dengan sistem pembelian tempel. Setelah mendapatkan pasokan, Haradongan kemudian menyerahkan narkotika itu kepada kaki tangannya bernama Sidiq untuk diedarkan di wilayah Rokan Hilir.

Namun, jaringan ini diduga tidak hanya bermain sabu dan ekstasi. Polisi juga menemukan dugaan peredaran vape yang mengandung etomidate.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Haradongan mengakui narkotika yang ditemukan dalam kendaraan saat penangkapan diperoleh dari Sidiq.

Polisi kini masih mendalami peran setiap anggota jaringan, termasuk menelusuri pemasok yang berada di Medan.

Baca Juga :  Pria Mabuk Tusuk Korban di Duren Sawit, Brimob Tangkap Pelaku Berikut Pisau

Polisi Sita Ekstasi, Sabu hingga Dokumen Kendaraan

Saat menangkap Haradongan, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari kendaraan dan barang bawaannya.

Barang bukti tersebut di antaranya pil ekstasi dengan berbagai logo, sabu seberat bruto 3,63 gram, serta bubuk yang diduga mengandung ekstasi.

Penyidik juga mengamankan telepon seluler, kartu ATM, uang tunai, dan sejumlah dokumen kendaraan. Haradongan saat itu berada di dalam mobil Toyota Harrier bersama tiga orang lainnya.

Selain mengusut perkara narkotika, Bareskrim Polri juga akan menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berasal dari bisnis haram tersebut.

Polisi menyiapkan penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk membongkar sekaligus mengejar aset hasil kejahatan.

Dengan demikian, penangkapan Haradongan menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas.

Polisi masih memburu pihak lain yang diduga berperan sebagai pemasok maupun pengedar dalam jaringan tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang
Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?
Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 06:13 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Berita Terbaru

Razer merilis koleksi periferal bermain bertema Evangelion tipe pertama. Koleksi eksklusif Asia Pasifik ini meliputi tetikus, papan tik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Razer Rilis Koleksi Periferal Bertema Evangelion Tipe Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 07:26 WIB

Nagoshi Studio resmi bubar setelah NetEase Games menghentikan pendanaan mereka. Nasib proyek permainan GANG OF DRAGON kini tidak pasti tanpa investor baru. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nagoshi Studio Resmi Bubar Usai NetEase Hentikan Pendanaan

Kamis, 5 Nov 2026 - 06:21 WIB