NEW DELHI, POSNEWS.CO.ID – India memangkas volume impor minyak nabati nasional secara signifikan pada Juni 2026.
Lembaga Solvent Extractors’ Association of India (SEA) merilis laporan pasar terbaru minggu ini.
India hanya mengimpor 1,11 juta ton minyak nabati sepanjang bulan Juni lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka ini merosot 30 persen jika membandingkan dengan periode Juni tahun sebelumnya.
Penyempitan Diskon Minyak Sawit
Direktur Eksekutif SEA BV Mehta membeberkan pemicu utama penurunan tersebut.
Masyarakat India mengurangi konsumsi minyak sawit hingga menyentuh 4,87 juta ton.
Angka permintaan ini melandai dari posisi bulan Mei sebesar 5,46 juta ton.
Impor minyak kedelai juga merosot menjadi 3,8 juta ton pada Juni.
Mehta menjelaskan bahwa penurunan diskon harga minyak sawit memicu kondisi ini.
Selisih harga minyak sawit terhadap minyak kedelai menyusut di bawah US$50 per ton.
Kondisi ini menekan daya tarik komoditas sawit di mata importir India.
Efek Domino Mandat Biofuel Global
Kebijakan bahan bakar nabati dunia turut mengguncang pasar komoditas India.
Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan AS gencar menerapkan program mandatori biofuel.
Kebijakan energi ini menyedot jutaan ton minyak nabati dari pasar pangan.
Alhasil, lonjakan harga spot global menekan kemampuan impor negara pembeli.
Namun, akumulasi impor delapan bulan terakhir tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
India mengimpor 103,88 juta ton minyak nabati selama periode November hingga Juni.
Capaian ini tumbuh 7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.
Pemasok Utama dan Diversifikasi Impor
Minyak sawit mentah (CPO) memimpin porsi impor terbesar sebanyak 49,42 juta ton.
Malaysia menyokong pasokan minyak sawit terbanyak sebesar 19,81 juta ton.
Sementara itu, Indonesia menyalurkan 19,04 juta ton minyak sawit ke India.
Argentina dan Rusia menguasai pasokan minyak kedelai serta bunga matahari.
Selain itu, India tetap mengimpor minyak olahan dari Nepal sebesar 32.000 ton.
Mehta menilai langkah ini membuktikan diversifikasi sumber pasokan minyak nabati India.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













