Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir Jelang Perundingan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Donald Trump menunda serangan besar-besaran ke Iran demi memberi kesempatan terakhir pada perundingan diplomasi Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Presiden Donald Trump menunda serangan besar-besaran ke Iran demi memberi kesempatan terakhir pada perundingan diplomasi Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump memberi peringatan keras kepada pemerintah Iran pada Senin. Trump menyebut negosiasi terbaru sebagai kesempatan terakhir bagi Tehran. Selanjutnya, langkah ini bertujuan untuk menghindari eskalasi serangan militer Amerika Serikat.

Kesempatan Terakhir Diplomasi dan Penundaan Serangan

Trump menyampaikan pernyataan resmi tersebut langsung dari Kantor Oval. Beliau menegaskan penundaan serangan militer demi memberi ruang diplomasi. Selain itu, Trump menetapkan pembukaan Selat Hormuz sebagai fase pertama negosiasi. Selanjutnya, pembahasan akan berlanjut ke program denuklirisasi Iran secara menyeluruh.

Sebelumnya, pihak militer AS telah merancang serangan skala besar pada Minggu. Namun, Trump membatalkan rencana tersebut setelah berkonsultasi dengan para pemimpin Teluk. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta Trump menahan diri. Oleh sebab itu, pemerintah AS menunda tindakan militer untuk sementara waktu.

Peran Sekutu Teluk dan Ketegangan Regional

Negara sekutu seperti Qatar dan Uni Emirat Arab turut mendorong diplomasi. Pemimpin Teluk mengkhawatirkan dampak balasan Iran terhadap stabilitas ekonomi kawasan. Selain itu, serangan balasan berpotensi mengganggu jalur pasokan energi dunia. Namun, Trump mengkritik retorika diplomasi Iran yang dinilai kurang konsisten.

Iran mengklaim perundingan di Oman hanya membahas jalur pelayaran sementara. Sebaliknya, Trump menegaskan bahwa negosiasi mencakup penghentian program senjata nuklir. Oleh karena itu, pihak AS menuntut komitmen nyata dari pemerintah Iran. Akibatnya, ketegangan diplomasi antara kedua belah pihak masih terus berlanjut.

Baca Juga :  Tensi Asia Timur Mendidih: China Kerahkan 100 Kapal, Taiwan dan Jepang Siaga Satu

Pola Gertakan dan Tekanan Politik Domestik

Trump kerap mengeluarkan ancaman militer lalu membatalkannya di saat terakhir. Sementara itu, publik Amerika Serikat mulai menyuarakan kekhawatiran atas perang ini. Jajak pendapat AP-NORC menunjukkan mayoritas warga menganggap perang tidak menguntungkan. Selain itu, lonjakan harga bahan bakar memicu kekhawatiran inflasi menjelang pemilu.

Senator Demokrat Mark Kelly mengkritik kebijakan luar negeri Trump yang berubah-ubah. Di sisi lain, Senator Republik John Kennedy menyarankan peningkatan sanksi ekonomi. Kennedy menilai penguatan sanksi lebih efektif daripada eskalasi konflik militer. Oleh sebab itu, Trump menghadapi tekanan berat dari dalam dan luar negeri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln
Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu
Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir Jelang Perundingan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Berita Terbaru

Pertumbuhan ekspor minyak sawit Indonesia melambat pada semester I 2026 karena pemerintah meningkatkan alokasi pasokan domestik untuk program biodiesel B50. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Ekspor Sawit Indonesia Melambat Usai Mandat B50

Rabu, 5 Agu 2026 - 10:24 WIB

India mempercepat program swasembada minyak sawit domestik sebagai respons atas kebijakan pembatasan ekspor komoditas sawit oleh pemerintah Indonesia. Dok: Istimewa.

NASIONAL

India Pacu Swasembada Sawit, Indonesia Perketat Ekspor

Rabu, 5 Agu 2026 - 09:02 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Jaksa Jeanine Pirro yang menghentikan penuntutan terkait kerusakan kolam Lincoln Memorial. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Rabu, 5 Agu 2026 - 08:30 WIB

Presiden Donald Trump menunda serangan besar-besaran ke Iran demi memberi kesempatan terakhir pada perundingan diplomasi Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir Jelang Perundingan

Rabu, 5 Agu 2026 - 07:59 WIB