Rencana Kontrol Navigasi Selat Hormuz
POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Iran dan Oman merumuskan draf kesepakatan baru. Pemerintah Teheran memperoleh wewenang mengontrol lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah ini menjadi konsesi terbesar bagi Iran selama lima bulan perang.
Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas laporan ini. Selanjutnya, Presiden Donald Trump mengklaim pembukaan kembali selat berlangsung dalam waktu dekat. Namun, para pejabat Amerika Serikat menolak penguasaan jalur energi dunia oleh Iran.
Sementara itu, kesepakatan ini mengubah peta kekuatan kawasan Timur Tengah. Jalur navigasi internasional kini berada di bawah pengawasan ketat pasukan Teheran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu Pungutan Tarif dan Tekanan Politik Trump
Di sisi lain, kedua pihak masih membedah perincian mekanisme pengawasan kapal. Pemerintah Iran meminta pungutan tarif sebesar 5 hingga 7 persen. Sebaliknya, Oman mengusulkan tarif lebih rendah sekitar 3 persen.
Namun, Amerika Serikat menolak seluruh bentuk pungutan biaya navigasi. Selain itu, Donald Trump menghadapi tekanan politik menjelang pemilu sela November. Masyarakat Amerika Serikat menentang kelanjutan perang secara terbuka.
Akibatnya, militer Amerika Serikat kekurangan pasokan rudal jarak jauh. Oleh karena itu, Trump menunda serangan udara lanjutan demi mempercepat proses diplomasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













