Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

Perundingan Roma dan Serangan Susulan Israel

POSNEWS.CO.ID, ROMA — Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan pada Rabu. Langkah tegas ini merusak momentum diplomasi antara Israel dan Lebanon di Roma. Selain itu, otoritas militer Israel menuding Hizbullah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Baca Juga :  Kebijakan Tarif Nol Persen Tiongkok Pacu Hilirisasi Karet

Namun, serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya satu warga lokal. Selanjutnya, tim medis merawat 11 korban luka akibat ledakan. Oleh karena itu, militer Israel memerintahkan warga desa Mansouri mengungsi ke utara.

Dinamika Diplomasi dan Penolakan Hizbullah

Di sisi lain, delegasi Israel menghentikan pembicaraan di Roma lebih awal. Pihak Israel memprotes kebocoran informasi rahasia oleh pihak Lebanon. Meski demikian, kedua pihak menjadwalkan perundingan lanjutan pada hari Kamis.

Sementara itu, Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak tegas negosiasi langsung tersebut. Pihak Hizbullah menolak menyerahkan senjata kepada pasukan pemerintah. Akibatnya, bentrokan bersenjata terus mengancam keselamatan ratusan ribu warga sipil.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 September 2026 - 07:01 WIB

Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terbaru

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB

Pejabat Houthi menjamin keamanan kapal Amerika Serikat di Laut Merah sambil memperingatkan sekutu Arab Saudi. Simak rincian pernyataan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:37 WIB