Mediasi Dua Ormas di Sukabumi Berubah Jadi Adu Bacok, 5 Orang Diamankan

Rabu, 23 September 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Pertemuan yang awalnya digelar untuk menyelesaikan persoalan justru berubah menjadi bentrokan berdarah.

Dua kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat keributan hingga saling serang menggunakan senjata tajam di kawasan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Insiden yang terjadi Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB itu membuat sejumlah orang terluka. Polisi kemudian mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengatakan bentrokan bermula dari pertemuan yang seharusnya menjadi forum mediasi.

“Para pelaku dan korban sebelumnya sempat berjanji akan menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, saat pertemuan berlangsung, tidak ada titik temu hingga terjadi cekcok mulut dan berujung aksi saling bacok,” kata Ade, Rabu (23/9/2026).

Rencana Damai Berubah Menjadi Bentrokan

Persoalan itu ternyata sudah muncul beberapa hari sebelumnya. Pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, seorang pria berinisial R diberhentikan di pangkalan ojek PT Pratama oleh seseorang berinisial A alias J.

Setelah kejadian tersebut, R kemudian dihubungi pria berinisial H untuk membicarakan persoalan tersebut. Keduanya sepakat bertemu pada Selasa sore di kawasan Sukalarang.

Baca Juga :  Suyudi Soroti No Viral No Justice, Laporan Warga Harus Ditangani Tanpa Menunggu Viral

Pertemuan itu awalnya diharapkan bisa menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Namun, situasi berubah ketika kedua kelompok bertemu. Adu mulut pecah setelah mereka tidak menemukan titik kesepakatan.

Ketegangan kemudian meningkat. Perselisihan yang semula hanya berupa cekcok berubah menjadi aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.

Golok Diayunkan, Sejumlah Orang Terluka

Kubu R datang bersama beberapa orang, di antaranya DN (28), NS (30), RA (31), AA (23), serta sejumlah rekan lainnya.

Sementara itu, kelompok lain datang dipimpin HM alias H bersama rekan-rekannya.

Di tengah situasi yang semakin panas, salah satu orang berinisial N (30) diduga menyerang H (29) menggunakan senjata tajam.

Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan dari kelompok lainnya. “Korban atau pelapor mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam jenis golok,” ujar Ade.

Bentrok itu berlangsung di tengah pertemuan yang semestinya menjadi jalan keluar. Alih-alih mencapai kesepakatan, kedua pihak justru terlibat kekerasan yang berujung korban luka.

Lima Orang Diamankan

Polisi bergerak menangani kejadian tersebut dan mengamankan lima orang yang berkaitan dengan bentrokan.

Mereka kini menjalani pemeriksaan untuk mengetahui secara utuh peran masing-masing dalam rangkaian kejadian.

Baca Juga :  Data PPATK: 103.092 Warga Kabupaten Bogor Main Judol, Deposit Capai Rp414,4 Miliar

Penyidik juga masih mendalami kronologi sejak persoalan pertama muncul pada Sabtu hingga bentrokan pecah pada Selasa.

Langkah tersebut penting karena polisi perlu memastikan siapa yang melakukan penyerangan, siapa yang menjadi korban, serta bagaimana rangkaian kekerasan tersebut berkembang.

Status hukum setiap orang yang diperiksa juga tetap mengikuti hasil penyidikan dan alat bukti yang dikumpulkan.

Polisi Cegah Bentrokan Meluas

Kasus ini menjadi perhatian karena bentrokan melibatkan kelompok masyarakat yang datang untuk menyelesaikan persoalan secara langsung.

Mediasi seharusnya menjadi ruang untuk mencari titik temu. Namun, ketika komunikasi berubah menjadi emosi dan kekerasan, persoalan justru dapat meluas dan menimbulkan korban baru.

Polisi masih melakukan penanganan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah bentrokan susulan.

Masyarakat juga diimbau tidak mengambil tindakan sendiri apabila menghadapi perselisihan.

Persoalan antarkelompok sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum atau mediasi yang melibatkan pihak berwenang.

Sebab, satu ayunan senjata tajam dalam hitungan detik dapat mengubah persoalan yang semula bisa diselesaikan lewat dialog menjadi perkara pidana dengan konsekuensi panjang.

Penyidikan Polres Sukabumi Kota masih berjalan. Polisi akan menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berangkat dari Bogor Dukung Persib, Roby Kurniawan Tewas di Tol Tegal
Tak Pernah Terdengar Cekcok, Pasangan Lansia di Pati Berakhir Tragis
Longsor Curug Lawe Kendal Tewaskan Satu Wisatawan, Tiga Luka
WN Malaysia Rampas Toyota Rush di Batam, Korban Rugi Rp292 Juta
Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku
Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian
Truk Tabrak Penyeberang Jalan di Cileungsi, Korban Tewas di Lokasi
Polisi Gerebek Dua Lokasi di Bogor, Temukan Kunci T hingga Alat Isap Sabu

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:20 WIB

Berangkat dari Bogor Dukung Persib, Roby Kurniawan Tewas di Tol Tegal

Minggu, 8 November 2026 - 06:37 WIB

Longsor Curug Lawe Kendal Tewaskan Satu Wisatawan, Tiga Luka

Minggu, 8 November 2026 - 06:10 WIB

WN Malaysia Rampas Toyota Rush di Batam, Korban Rugi Rp292 Juta

Minggu, 8 November 2026 - 05:43 WIB

Pemuda Makassar Kritis Dibusur Saat Tawuran, Polisi Tangkap Terduga Pelaku

Sabtu, 7 November 2026 - 18:41 WIB

Baku Tembak 45 Menit di Yahukimo, TNI Temukan Gubuk Persembunyian

Berita Terbaru

Ai+ Smartphone percepat kenaikan harga ke 11 November 2026 akibat krisis memori. Simak penyebab dan dampaknya bagi harga ponsel. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ai+ Percepat Penyesuaian ke 11 November

Minggu, 8 Nov 2026 - 21:27 WIB