Penyelam Tembus Kamar KM Virgo Transport 8, Banyak Jasad Masih Terjebak

Rabu, 23 September 2026 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Posnews/Ist)

Tim SAR mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. (Posnews/Ist)

BANJARMASIN, POSNEWS.CO.ID – Pemandangan memilukan ditemukan tim penyelam gabungan saat menembus bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.

Sejumlah kamar penumpang di dalam kapal akhirnya berhasil dijangkau. Saat penyelam memecahkan kaca jendela untuk membuka akses, mereka menemukan sejumlah korban yang masih berada di dalam bangkai kapal.

Sebagian korban bahkan belum bisa dievakuasi karena tubuh mereka diduga terjepit atau tersangkut di bagian kapal yang sudah berada dalam posisi tidak normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi tersebut membuat proses pencarian semakin berat. Selain ruang kapal yang sempit dan gelap, arus laut yang menguat serta air yang semakin keruh juga membatasi jarak pandang penyelam.

Banyak Korban Masih Terjebak di Kamar

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator I Putu Sudayana mengatakan, tim kini memusatkan pencarian pada badan kapal, terutama kamar penumpang.

Menurut Putu, penyelam sudah melihat sejumlah korban di dalam kamar. Namun, beberapa korban belum berhasil ditarik keluar meski tim telah mencoba menggunakan tali.

“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa (22/9/2026).

Ia menduga sebagian korban masih terjepit di dalam struktur kapal. Karena itu, tim akan kembali masuk ke bagian tersebut dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal dan keselamatan penyelam.

Baca Juga :  Pemerintah Belum Terbitkan Surat Pemberhentian Noel, Tunggu Penjelasan KPK

Kaca Kamar Dipecah untuk Evakuasi

Tim penyelam gabungan yang terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, PT Jasalindo dan unsur terkait memecahkan kaca sejumlah jendela kamar.

Langkah itu dilakukan untuk membuka jalur masuk menuju ruangan yang diduga menjadi tempat korban terjebak.

Sebelumnya, pada Selasa pagi, penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dunia dari dalam badan kapal. Ketiganya kemudian dibawa untuk proses identifikasi.

Dengan penemuan tersebut, jumlah korban meninggal yang telah ditemukan mencapai 18 orang.

Namun, pekerjaan tim SAR belum selesai. Masih ada 117 orang dari total 243 orang dalam manifes yang belum ditemukan.

Arus Laut Kencang, Evakuasi Dihentikan Sementara

Putu menjelaskan kondisi di dalam kapal berubah menjadi semakin sulit ketika arus laut menguat. Air yang semula dapat ditembus pandangan penyelam menjadi keruh.

Kondisi itu membuat penyelam kesulitan melihat posisi korban secara jelas. Tim akhirnya menghentikan sementara proses evakuasi terhadap sejumlah korban yang sudah terlihat.

“Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” ujar Putu.

Tim SAR berencana melanjutkan penyelaman pada Rabu (23/9) mulai pagi hingga sore.

Petugas berharap kondisi cuaca membaik dan arus laut lebih tenang sehingga penyelam dapat kembali masuk ke badan kapal dan mengevakuasi lebih banyak korban.

Kamar Ekonomi hingga Eksekutif Jadi Sasaran

Pada operasi berikutnya, tim akan menyisir kompartemen kapal, terutama kamar tidur penumpang kelas ekonomi dan eksekutif.

Setelah itu, tim akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan yang masih berada di dalam kapal.

Baca Juga :  Wisata Malam Ragunan: DPRD DKI Tekankan Infrastruktur dan Tiket Murah

Namun, bagian tersebut memiliki risiko tinggi karena kendaraan di dalam kapal dilaporkan saling bertindihan akibat posisi kapal yang sudah tidak normal.

“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,” tegas Putu.

Pertimbangan keselamatan menjadi sangat penting karena penyelam harus bekerja di dalam bangkai kapal yang berada di bawah laut dengan kondisi visibilitas terbatas, arus yang berubah dan struktur kapal yang tidak lagi stabil.

18 Korban Meninggal, 117 Masih Dicari

Hingga Selasa (22/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 126 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sementara itu, 117 orang masih dalam pencarian.

Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja mengidentifikasi korban meninggal.

Dari 18 korban yang telah ditemukan, sembilan sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Sembilan korban lainnya masih menjalani proses identifikasi.

Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem korban.

Polri juga menggunakan pemeriksaan medis, sidik jari, odontologi forensik, barang milik korban dan DNA apabila diperlukan.

Operasi SAR kini memasuki tahap yang sangat menentukan. Di balik angka 117 orang yang masih dicari, terdapat keluarga yang terus menunggu kepastian.

Tim gabungan pun masih berpacu dengan kondisi laut. Setiap penyelaman harus dilakukan secara hati-hati agar upaya menemukan korban tidak justru membahayakan penyelamat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti
Kapolri Ungkap 92 Kasus Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Mulai Didalami
Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya
Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB
25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla
Kapolri Suyudi: Jangan Hanya Jaga Keamanan, Dengarkan Keluhan Warga
KPK OTT BNPB, Sestama Rustian Ikut Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB