Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Iran memberikan ancaman terbuka kepada negara-negara Teluk untuk menghentikan serangan militer Amerika Serikat atau menghadapi penghancuran fasilitas energi kawasan. Dok: Istimewa.

Pemerintah Iran memberikan ancaman terbuka kepada negara-negara Teluk untuk menghentikan serangan militer Amerika Serikat atau menghadapi penghancuran fasilitas energi kawasan. Dok: Istimewa.

Ancaman Diplomatik dan Gertakan Teluk

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Iran melancarkan ancaman diplomatik tegas kepada negara-negara Teluk. Pemerintah Teheran bersiap menyerang kilang minyak, pembangkit listrik, dan jaringan air kawasan. Langkah ini bertujuan memaksa Presiden Donald Trump menghentikan serangan militer Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menghubungi para pejabat Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Araqchi meminta negara-negara Arab membujuk Trump agar memilih opsi diplomasi. Selain itu, Teheran menegaskan kesiapan penuh untuk menghancurkan aset-aset vital sekutu Amerika Serikat.

Baca Juga :  Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Lobi Arab Saudi dan Respons Trump

Di sisi lain, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman merespons cepat peringatan keras Iran. Pangeran Mohammed langsung menghubungi Donald Trump melalui sambungan telepon. Selanjutnya, Pemimpin Saudi tersebut mendesak Trump menunda serangan militer dan mempercepat gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, Trump membatalkan rencana serangan udara skala besar pada dua Agustus lalu. Namun, Trump menuntut kesepakatan damai terwujud dalam waktu singkat. Sementara itu, Arab Saudi menegaskan komitmen membela diri jika Iran melancarkan serangan balasan.

Baca Juga :  Sengketa Donetsk Sangat Sulit: Rubio Akui Jalan Buntu

Risiko Eskalasi Kawasan dan Hambatan Perundingan

Namun, pemerintah Iran tetap menuntut penutupan pangkalan militer Amerika Serikat di Teluk. Teheran juga meminta negara-negara Arab menghentikan pembagian data intelijen dengan Washington. Selain itu, para diplomat mengkhawatirkan ancaman serangan balasan yang menyerupai peristiwa Aramco.

Sebelumnya, serangan drone menghancurkan separuh produksi minyak Saudi pada tahun 2019. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menghadapi hambatan dalam merumuskan kesepakatan damai. Washington tetap membutuhkan bukti kemenangan politik sebelum mengakhiri perang di kawasan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC
Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi
AS Periksa Akun Media Sosial Jurnalis Asing Pemohon Visa
AS Tetap Dorong Lisensi Rudal Patriot Ukraina

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB