Dinkes DKI: Nakes yang Hina Pasien BPJS Yurizal Bukan Pegawai RSUD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Polemik dugaan penghinaan terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan memasuki babak baru.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan lima tenaga kesehatan (nakes) yang diduga mencibir Yurizal di media sosial bukan pegawai rumah sakit daerah (RSUD) maupun puskesmas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan hasil penelusuran sementara menunjukkan tidak ada satu pun dari lima nakes tersebut yang bekerja di 31 RSUD atau puskesmas DKI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah melakukan penelusuran. Lima tenaga kesehatan yang terindikasi terlibat bukan pegawai fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI,” ujar Ani di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Minibus Terbakar di Kembangan, Jeriken Bensin Ditemukan di Dalam Minibus

Ani menjelaskan, satu orang memang bekerja di sebuah rumah sakit di Jakarta. Namun, rumah sakit itu merupakan fasilitas kesehatan swasta sehingga tidak berstatus ASN maupun pegawai faskes Pemprov DKI.

Meski begitu, Dinkes DKI tetap berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit terkait.

Ani mengatakan pembinaan dan penegakan etika profesi menjadi tanggung jawab bersama Dinkes, organisasi profesi, KKI, dan pimpinan rumah sakit.

Curhat Yurizal Berujung Duka

Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah Yurizal Tri Chaerawan, peserta BPJS Kesehatan, mengaku menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Beberapa waktu kemudian, Yurizal meninggal dunia.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Kamis 12 Maret 2026: Siang Panas, Sore hingga Malam Hujan Petir

Yang memicu kemarahan publik, unggahan Yurizal justru dibalas komentar bernada sinis oleh sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan.

Reaksi tersebut dinilai menunjukkan minimnya empati terhadap pasien dan keluarganya.

Walaupun beberapa nakes telah menyampaikan permintaan maaf, masyarakat menilai proses pemeriksaan internal dan kemungkinan sanksi etik harus tetap berjalan.

Karena itu, perhatian publik kini tertuju pada langkah organisasi profesi dan rumah sakit terkait dalam menindak dugaan pelanggaran tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen
Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun
Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan
OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin
Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:54 WIB

Pulang dari Perantauan Demi Memilih, Partisipasi Pilkades Bekasi Capai 95 Persen

Senin, 21 September 2026 - 06:08 WIB

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Minggu, 20 September 2026 - 19:57 WIB

Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Berita Terbaru

KPK menemukan petunjuk dugaan aliran uang dalam kasus HGB Summarecon.

NASIONAL

KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon

Senin, 21 Sep 2026 - 18:13 WIB