POSNEWS.CO.ID, BELLEVUE — Valve mengungkap fungsi rahasia pada bagian grip Steam Controller. Perusahaan menanamkan sepasang sensor kapasitif canggih di area genggaman kontroler tersebut.
Sensor ini ternyata mampu mendeteksi sentuhan tangan atau jari pemain secara presisi. Valve menjelaskan detail teknologi ini melalui unggahan resmi di komunitas Steam.
Cara Kerja Sensor Kapasitif Grip Sense
Grip Sense menanamkan sepasang sensor kapasitif di kedua sisi genggaman kontroler. Sensor ini mendeteksi ada tidaknya kontak kulit pada permukaan grip secara real-time.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selanjutnya, sistem mengirim data sentuhan tersebut ke Steam Input dan menerjemahkannya menjadi perintah dalam game. Dengan begitu, genggaman pemain sendiri berubah menjadi input tambahan tanpa tombol fisik.
Mekanisme Ratcheting untuk Kendali Gyro
Salah satu fungsi utama Grip Sense adalah Ratcheting. Fitur ini mematikan sensor gyro otomatis ketika pemain mengangkat jari dari grip.
Selanjutnya, gyro kembali aktif begitu pemain menyentuh grip kembali. Mekanisme ini meniru cara pemain mengangkat mouse untuk mengembalikan posisi kursor ke tengah mousepad.
Di sisi lain, pemain dapat menyesuaikan tingkat sensitivitas sensor sesuai preferensi. Pemain bisa memilih aktivasi terjadi hanya dengan sedikit mengangkat jari, atau ketika tangan benar-benar lepas dari kontroler.
Fitur ini menjawab masalah lama pada gyro aiming. Sebelumnya, pemain harus menekan tombol khusus atau melakukan gerakan tertentu untuk mereset posisi tangan yang tidak nyaman.
Perluasan Fungsi Lewat Steam Input
Grip Sense ternyata mencakup lebih dari sekadar gyro. Valve turut memetakan sensor ini ke berbagai fungsi navigasi lain melalui Steam Input.
Salah satu contohnya adalah membuka weapon wheel, peta, atau menu hanya dengan mengangkat jari dari grip. Pemain kemudian menyentuh grip kembali untuk mengunci pilihan yang diinginkan.
Pada skenario weapon wheel, pemain mengangkat jari untuk memunculkan menu senjata. Setelah itu, pemain memilih senjata yang diinginkan lalu menyentuh grip untuk mengonfirmasi pilihan tersebut.
Panduan Konfigurasi Melalui Layout Editor
Pengguna dapat mengatur Grip Sense secara mandiri lewat Steam Input Layout Editor. Untuk menghubungkannya dengan gyro, pemain cukup mengaktifkan opsi Gyro to Mouse.
Selanjutnya, pemain memilih selector tombol dan menentukan Grip Sense sebagai sumber input. Pemain juga dapat memetakan fungsi lain menggunakan mode Press and Hold, sehingga kontroler mengenali aksi saat jari meninggalkan grip.
Strategi Berbeda dari Tren Kontroler Lain
Valve mengambil pendekatan unik dibanding kompetitor. Sebagian besar kontroler terbaru justru berlomba menambahkan back button, trigger dengan adjustable stop, atau sensor presisi tinggi.
Valve justru mengubah cara pemain memegang kontroler menjadi bagian dari sistem kendali itu sendiri. Langkah ini membuat kontroler terasa lebih inovatif dan nyaman saat pemain memakainya.
Potensi Penerapan pada Berbagai Genre Game
Fitur ini berpotensi besar untuk game yang membutuhkan banyak kombinasi input. Pemain FPS misalnya, dapat mengatur gyro atau membuka weapon wheel tanpa perlu melepas jempol dari analog stick.
Sementara itu, game dengan banyak menu atau aksi kontekstual turut mendapat lapisan kendali tambahan. Kehadiran Grip Sense membuat navigasi menu terasa lebih cepat dan nyaman.
Kendati demikian, efektivitas Grip Sense tetap bergantung pada pengembang game dan komunitasnya. Fitur ini bukan solusi otomatis yang langsung membuat semua game terasa nyaman ketika pemain memainkannya.
Akhirnya, fleksibilitas Steam Input tetap menjadi keunggulan Valve. Komunitas PC berkesempatan bereksperimen dan menciptakan konfigurasi kendali mereka sendiri sesuai kebutuhan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












