POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Razer Naga V3 Pro hadir sebagai penerus mouse gaming legendaris Razer Naga V2 Pro. Mouse ini kembali membawa deretan tombol khas seri Naga di sisi ibu jari, dan menambahkan sejumlah fitur baru untuk meningkatkan kemampuannya.
Kembalinya Seri Naga Setelah Hampir Empat Tahun
Razer Naga V2 Pro sebelumnya menyandang reputasi sebagai mouse gaming dengan banyak tombol di sisi ibu jari untuk membantu bermain game MMO. Kini setelah hampir empat tahun berselang tanpa pembaruan, Razer akhirnya menghadirkan iterasi barunya lewat Naga V3 Pro.
Spesifikasi dan Fitur Utama
Razer memberikan Naga V3 Pro hingga 23 tombol yang dapat diprogram. Mouse ini turut menawarkan tiga pilihan panel samping magnetik dengan konfigurasi berbeda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Naga V3 Pro juga membawa sensor Focus Pro 50K Optical Sensor Gen-3 dan switch optik Gen-4 untuk tombol utama. Penggunanya dapat meningkatkan konektivitas wireless-nya hingga polling rate 8.000 Hz menggunakan perangkat HyperPolling.
Razer mematok harga mouse gaming ini di US$179,99, sama seperti generasi sebelumnya.
Fleksibilitas Panel Samping untuk Berbagai Genre
Jumlah tombol memang langsung menarik perhatian. Namun, keunggulan sesungguhnya justru terletak pada bagaimana Razer menjaga konfigurasi tersebut tetap fleksibel.
Pengguna dapat menukar panel samping sesuai kebutuhan mereka. Panel berisi 12 tombol melayani pemain MMO, panel 6 tombol melayani pemain MOBA, dan panel 2 tombol melayani pemain FPS dan shooter.
Kustomisasi Lewat Razer Synapse
Software Razer Synapse memungkinkan penggunanya memetakan ulang tombol, mengatur DPI, polling rate, tilt wheel, hingga pencahayaan RGB. Razer juga meningkatkan scroll wheel HyperScroll Tilt Wheel Gen-2 pada versi terbaru ini.
Kombinasi fitur tersebut memberi Naga V3 Pro fleksibilitas luar biasa dibanding mouse gaming lain di pasaran.
Warisan Seri Naga sejak 2009
Sejak Razer memperkenalkannya pada 2009, seri Naga memang menempati posisi sangat spesifik di pasar mouse gaming mereka. Deretan tombol di sisi kiri memindahkan berbagai perintah MMO dari keyboard ke ibu jari pengguna.
Fitur ini sangat membantu pemain MMORPG dengan banyak tombol seperti World of Warcraft dan FFXIV Online. Pendekatan tersebut terutama masuk akal bagi pemain MMO yang gemar melakukan raid dan perlu bergerak sambil menekan tombol rotasi skill secara bersamaan.
Kontroversi DPI Tinggi dan Bobot Mouse
Sebagian pihak menilai sensor 50.000 DPI pada Naga V3 Pro sebagai fitur berlebihan. Namun, pemain FPS umumnya menganggap DPI tinggi selalu menjadi nilai tambah, semakin banyak semakin baik.
Dari sisi bobot, mouse ini terasa ringan tanpa pelat tombol samping terpasang, yakni 97 gram. Namun, bobotnya naik cukup signifikan saat pengguna memasang pelat tersebut, mencapai sekitar 112 gram hingga 117 gram.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














