POSNEWS.CO.ID, SEOUL — Pulsar Gaming mengumumkan program riset bersama High-Performance Human-Computer Interaction Lab di Yonsei University. Perusahaan periferal ini menggandeng laboratorium akademis tersebut untuk mempelajari kebiasaan gamer saat memakai mouse gaming.
Persaingan pasar periferal kian ketat belakangan ini. Produsen kini beralih ke pendekatan yang lebih ilmiah untuk merancang mouse generasi berikutnya.
Survei Akademis Kumpulkan Data Kebiasaan Gamer
Pulsar Gaming membuka survei akademis hingga 24 Agustus. Perusahaan mengajak gamer berpartisipasi lewat media sosial untuk mengumpulkan data kuantitatif seputar kebiasaan memakai mouse.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim riset mengumpulkan berbagai data dari peserta, mulai dari genre game favorit hingga jumlah mouse yang pernah mereka pakai. Selain itu, peneliti turut mencatat ukuran tangan dan panjang jari setiap partisipan.
Survei ini terdiri dari 19 halaman pertanyaan. Sebagai bentuk apresiasi, Pulsar Gaming akan memilih sembilan peserta secara acak untuk menerima mouse gaming.
Pergeseran Cara Industri Merancang Mouse Gaming
Selama bertahun-tahun, banyak produsen merancang mouse berdasarkan masukan atlet esports atau pengujian internal semata. Pendekatan ini terkadang menghasilkan desain unik yang justru kurang cocok untuk pengguna biasa.
Kini, Pulsar Gaming mencoba memperluas cakupan dan akurasi data dengan melibatkan komunitas gamer secara langsung. Perusahaan berharap desain yang mereka ciptakan benar-benar mencerminkan pola penggunaan nyata, baik bagi gamer kasual maupun pengguna intens.
Bukan Pendekatan Baru, tapi Skala yang Berbeda
Pendekatan berbasis data sebenarnya bukan hal baru di industri periferal premium. Logitech misalnya, telah lama memanfaatkan laboratorium ergonomi, sensor gerakan, dan pemantauan aktivitas otot tangan untuk menyempurnakan bentuk perangkat mereka.
Berbeda dengan Logitech, Pulsar Gaming memilih jalur yang lebih membumi. Perusahaan menggabungkan penelitian akademis dengan data berskala jauh lebih besar dari komunitas global.
Langkah ini berpotensi menghasilkan desain yang nyaman bukan hanya untuk kalangan profesional. Gamer dengan berbagai ukuran tangan dan gaya genggaman juga berpeluang mendapat mouse yang lebih sesuai kebutuhan mereka.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












