Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PYONGYANG — Korea Utara mengecam keras rencana peningkatan anggaran pertahanan Jepang. Pemerintah Jepang mengajukan rekor anggaran militer sebesar 8,9 triliun yen. Langkah ini memicu ketegangan baru di kawasan Asia Timur.

Kantor Berita KCNA menyiarkan pernyataan resmi pemerintah Korea Utara pada Sabtu. KCNA menyebut lonjakan anggaran militer Jepang sebagai persiapan perang agresi. Selain itu, Korea Utara menganggap langkah Tokyo mengancam perdamaian dunia.

Baca Juga :  Pendiri Wikipedia Tolak Kecerdasan Buatan Sunting Artikel

Sementara itu, Amerika Serikat terus mendorong langkah diplomasi langsung dengan Pyongyang. Presiden Donald Trump bahkan memangkas skala latihan militer gabungan bersama Korea Selatan. Langkah Trump ini bertujuan membuka ruang dialog dengan Kim Jong Un.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, keputusan AS tersebut memicu kekhawatiran dari sejumlah sekutu kawasan. Jepang menegaskan pentingnya kerja sama keamanan tripartit bersama AS dan Korea Selatan. Di sisi lain, Perdana Menteri Sanae Takaichi memperbarui strategi pertahanan nasional.

Baca Juga :  Israel-Lebanon Mulai Negosiasi Langsung Perdana Sejak 1993

Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menegaskan komitmen Jepang sebagai negara damai. Meskipun demikian, Jepang terus memperluas ekspor senjata dan memperkuat aliansi militer. Oleh sebab itu, dinamika geopolitik Asia Timur terus memanas.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat
Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas
Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad
Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Berita Terbaru

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:33 WIB

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:00 WIB

 Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:25 WIB