Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEHERAN — Pemerintah Iran mengecam rencana sanksi ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Iran menilai langkah Washington melanggar kedaulatan negara anggota PBB. Sikap ini muncul di tengah krisis perang yang berlangsung selama hampir enam bulan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi terberat sepanjang sejarah terhadap Iran. Selain itu, Amerika Serikat mendesak Tiongkok menghentikan pembelian minyak dari Teheran. Oleh karena itu, sanksi sekunder ini mengancam hubungan perdagangan Tiongkok dan Iran.

Baca Juga :  Pyongyang Luncurkan Rudal Balistik ke Perairan Barat

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menolak klaim hukum Amerika Serikat. Ia menegaskan sanksi sekunder tersebut tidak memiliki dasar hukum internasional. Sementara itu, Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi menjanjikan balasan militer yang menghancurkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Blokade militer Amerika Serikat kini menghentikan pengiriman minyak di Selat Hormuz. Jalur maritim vital tersebut memicu kelumpuhan pasokan energi ke berbagai negara. Namun, Iran memberikan izin khusus kepada tanker minyak Irak untuk melintas.

Baca Juga :  Trump Mainkan Kartu Ekonomi di Asia: Fokus Harga Murah

Presiden AS Donald Trump menegaskan Washington terus memantau perkembangan situasi konflik. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan solusi diplomatik untuk mengakhiri perang. Oleh sebab itu, ketegangan politik kedua negara masih menghadapi ketidakpastian tinggi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik
Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas
Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan
Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Berita Terbaru

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tarif balasan terhadap produk baja dan elektronik Amerika Serikat setelah negosiasi perdagangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:00 WIB

Iran mengecam rencana Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru yang memicu kelumpuhan lalu lintas minyak di Selat Hormuz dan memperparah krisis kawasan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:33 WIB

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:00 WIB

 Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:25 WIB