Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih terkait draf kesepakatan pelucutan senjata Hamas, menolak penarikan pasukan dari Gaza sebelum proses demiliterisasi penuh terjadi. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TEL AVIV — Pemerintah Israel menyampaikan kekhawatiran keamanan serius kepada Gedung Putih. Isu utama menyoroti draf kesepakatan pelucutan senjata kelompok Hamas di Jalur Gaza. Sikap ini muncul di tengah rangkaian serangan militer Israel yang menewaskan sedikitnya 17 warga sipil.

Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, menyatakan keraguan atas komitmen Hamas. Ia menilai Hamas hanya berpura-pura menyerahkan senjata untuk memulihkan kekuatan tempur. Oleh karena itu, Israel menolak menarik mundur pasukan sebelum Hamas melucuti senjata secara total.

Baca Juga :  Revolusi Shale Gas Amerika: Antara Lonjakan Ekonomi dan Risiko

Presiden AS Donald Trump sebelumnya meluncurkan draf kesepakatan damai 20 poin. Rencana tersebut mengatur penyerahan senjata kepolisian Hamas kepada komite teknokratik Palestina. Selain itu, rencana itu mencakup pengerahan pasukan keamanan internasional ke wilayah kantong tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pihak Israel menuntut kebebasan penuh dalam melakukan operasi militer di Gaza. Israel juga mendesak penolakan keterlibatan Qatar dan Turki dalam proses verifikasi kesepakatan. Para pengamat menilai posisi keras ini dipengaruhi oleh tekanan pemilu Israel pada Oktober mendatang.

Baca Juga :  Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan

Sementara itu, militer Israel terus melancarkan gempuran udara di berbagai wilayah Gaza. Rumah sakit setempat melaporkan korban tewas mencakup anak-anak akibat hancurnya bangunan tempat tinggal. Oleh sebab itu, masa depan kesepakatan damai ini masih menghadapi berbagai rintangan politik yang pelik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia
Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX
Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan
Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard
Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis
Tahun Kedua Kepemimpinan Takaichi Hadapi Tantangan Internal
Serangan Rudal Balistik Houthi Menewaskan Puluhan Prajurit
Donald Trump Manfaatkan Kerusuhan Prancis Demi Senat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Marco Rubio Tegaskan Akses Starlink Ukraina Keputusan SpaceX

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Macron Kecam Narasi Pemimpin Asing Atas Kerusuhan Prancis

Berita Terbaru

Intelijen AS mengungkap kampanye disinformasi Rusia berbasis AI yang menyasar kandidat Partai Demokrat menjelang pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Intelijen AS Buka Suara Soal Kampanye Disinformasi Rusia

Sabtu, 24 Okt 2026 - 06:17 WIB