AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Amerika Serikat membatalkan latihan militer amfibi gabungan Ssangyong bersama Korea Selatan bulan depan akibat keterbatasan unit pasukan yang dialihkan ke medan perang Iran. Dok: Istimewa.

Amerika Serikat membatalkan latihan militer amfibi gabungan Ssangyong bersama Korea Selatan bulan depan akibat keterbatasan unit pasukan yang dialihkan ke medan perang Iran. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SEOUL — Amerika Serikat membatalkan latihan militer amfibi gabungan Ssangyong bersama Korea Selatan. Latihan divisi berskala besar tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada bulan depan. Namun, Washington menarik pasukannya akibat keterbatasan armada imbas perang di Iran.

Pihak Korps Marinir Amerika Serikat telah memberikan pemberitahuan resmi sejak Juni lalu. Keterbatasan ketersediaan unit tempur menjadi alasan utama pembatalan latihan amfibi tersebut. Oleh karena itu, militer kedua negara terus menggelar konsultasi intensif mengenai kelanjutan program pelatihan.

Baca Juga :  Diplomasi Buntu di Pakistan: Negosiasi AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai Permanen

Keputusan pembatalan ini menyusul instruksi mendadak dari Presiden AS Donald Trump pekan lalu. Trump memangkas skala latihan militer tahunan Ulchi Freedom Shield secara signifikan. Selain masalah biaya, Trump menyindir penolakan Korea Selatan untuk terlibat dalam perang Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menegaskan melalui platform Truth Social bahwa latihan gabungan tersebut memberi sinyal provokatif. Ia menilai tindakan itu tidak tepat terhadap Korea Utara yang bersikap kooperatif. Oleh sebab itu, Trump memilih meredam ketegangan diplomatik di Semenanjung Korea.

Baca Juga :  Gagal Amankan Kursi DK PBB: Sikap Jerman Terhadap Ukraina dan Israel

Meskipun skala latihan militer telah dikurangi, Korea Utara tetap meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek. Pyongyang terus mengecam seluruh aktivitas militer gabungan sebagai persiapan invasi wilayah. Dengan demikian, situasi keamanan di kawasan Asia Timur masih diselimuti ketidakpastian politik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia
Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:42 WIB

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Berita Terbaru

Modder berhasil menjalankan gim klasik Doom pada kamera DSLR Canon EOS 550D menggunakan firmware Magic Lantern lengkap dengan kendali tombol fisik dan audio. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Doom Berhasil Dijalankan di Kamera DSLR Canon EOS 550D

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:48 WIB

Amerika Serikat membatalkan latihan militer amfibi gabungan Ssangyong bersama Korea Selatan bulan depan akibat keterbatasan unit pasukan yang dialihkan ke medan perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Batalkan Latihan Militer Amfibi Ssangyong dengan Korsel

Selasa, 25 Agu 2026 - 13:42 WIB