Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Jepang berjanji memberikan dukungan kepada Presiden ICC Tomoko Akane setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi, meski respon Tokyo sempat menuai kritik. Dok: Istimewa.

Pemerintah Jepang berjanji memberikan dukungan kepada Presiden ICC Tomoko Akane setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi, meski respon Tokyo sempat menuai kritik. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TOKYO — Pemerintah Jepang menyatakan kesiapan memberikan bantuan kepada Presiden Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Tomoko Akane. Keputusan ini merespons sanksi ekonomi dari pemerintah Amerika Serikat terhadap pimpinan ICC tersebut. Selain itu, pimpinan ICC pertama asal Jepang ini menghadapi tekanan politik dari Washington.

Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menegaskan pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan Akane. Ia menyebut Jepang akan menyediakan segala bentuk dukungan yang diperlukan. Oleh karena itu, Tokyo berupaya menjaga integritas lembaga peradilan internasional tersebut.

Baca Juga :  Satpam Selamat Setelah 8 Hari di Bawah Reruntuhan

Namun, tanggapan resmi Perdana Menteri Sanae Takaichi memicu kritik dari sejumlah organisasi HAM dunia. Takaichi sebelumnya hanya menyebut sanksi AS tersebut sangat disayangkan. Akibatnya, Amnesty International menilai reaksi pemerintah Jepang masih terlalu lemah.

Sementara itu, Human Rights Watch mendesak Jepang mengecam tindakan Presiden Donald Trump secara terbuka. Kihara menyatakan pemerintah memahami berbagai pandangan kritis masyarakat internasional. Oleh sebab itu, Jepang menegaskan komitmen historisnya dalam mendukung penegakan hukum global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Berita Terbaru

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB

Ilustrasi, langit berawan menyelimuti kawasan Jabodetabek pada Selasa 15 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jakarta hingga Bekasi Berawan, Suhu Capai 36°C

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:27 WIB